Eksotisme Surga Bawah Laut Wakatobi

Menurut sobat MakaraMe, kira-kira kata apa yang paling tepat untuk menggambarkan Wakatobi? Satu kata saja! Kalau buat MakaraMe "Adorable". Dan, sepertinya memang tidak berlebihan sih. Karena Wakatobi memang sangat menawan hati, bukan hanya wisata baharinya, tetapi juga alam, kuliner, dan tentu orang-orangnya.


Begitu kita akan mendarat di Bandara Matahora, Pulau Wangi-wangi, kita akan disambut dengan lukisan Tuhan yang sangat luar biasa. Menambah semangat untuk menjelajah Wakatobi lebih dalam lagi. Sejenak menghilangkan ketakutan saya dengan turbulensi pendaratan pesawat Wings yang membawa saya dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Butuh waktu yang panjang untuk benar-benar bisa memuaskan mata kita merekam keindahan alam Wakatobi yang terdiri dari empat gugusan pulau, yaitu Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Paket liburan yang saya dapatkan yaitu 4 hari 3 malam dan hanya sempat menjelajahi pulau Wangi-wangi saja.


Pulau Pandai Besi
Antusiasme saya di Wakatobi sebenarnya sudah dimulai sejak bulan Juli saat panitia Bebaskan Langkah menghubungi saya bahwa saya menjadi pemenang utama dan berhak mendapatkan hadiah perjalanan ke Wakatobi. Indeed, karena saya adalah anak pegunungan yang jelas jauh dari yang namanya laut. Apalagi, Wakatobi diakui oleh dunia sebagai salah satu surga bawah laut. Luar biasa memang potensi wisata di Indonesia.


Begitu mendarat di bandara, kami dijemput driver tempat kami menginap, Patuno Resort. Betapa terpukaunya saya bahwa ternyata tempat yang saya datangi masih sangat alami. Kita seperti diajak untuk benar-benar melupakan hiruk pikuk dan keramaian kota. Dan, tentu saja melupakan pekerjaan kita. Haha... Kanan kiri jalan yang saya lalui tak ada gedung megah. Yang ada hanyalah pepohonan dan beberapa tanaman pertanian di bebatuan kapur dan berpasir. Sesekali rumah panggung yang konon katanya sebagai rumah singgah para petani. Jarak pemukiman dengan ladang memang cukup jauh, berangkat pagi pulang menjelang magrib sehingga mereka umumnya membawa anak-anak mereka ke ladang.

Setelah sempat mandi-mandi sebentar dan makan siang, kami melanjutkan perjalanan ke Benteng Tua pertahanan Kerajaan Buton kala dulu. Oleh karena itu, Pulau Wangi-wangi ini dikenal juga sebagai Pulau Pandai Besi. Karena di sinilah pasokan senjata Kerajaan Buton dibuat. Di puncak Liya, terdapat masjid pertama yang dibangun pada tahun 1546, yaitu Masjid Mubarok yang konon katanya, di bawah sajadah imam tersebut ada pintu menuju Masjid di Kerajaan Buton. Wallahu'alam...


Ada tradisi unik yang ingin saya coba di Wangi-wangi ini, yaitu Kaboenga. Semacam tradisi pengukuhan jodoh atau tidaknya dua sejoli yang sedang memadu kasih. Yaitu, mereka didudukkan di sebuah ayunan yang kemudian di ayun oleh beberapa pemuka adat dan disaksikan oleh penduduk sekitar. Jika ada salah satu yang jatuh, maka mereka tidak berjodoh dan harus berpisah. Kata La Aci, tour guide saya, Hanung Bramantyo dan Zaskia Adya Mecca pernah mencoba ini, tepat 2 minggu sebelum pernikahan mereka. Wow! Ada yang mau coba? Hehe...

Setiap lebaran, di pelataran Masjid Mubarok ini juga terdapat tradisi perkenalan antar pemuda yang tak kalah unik, yaitu Posepa. Dimana perkenalan dilakukan dengan saling tendang. Bahkan hingga patah tulang! Ekstrim ya. Saya rasa, kalian tidak mau mencobanya. Meskipun setelah acara selesai, mereka saling bersalaman dan berteman. Tetap saja berbahaya ya.. hehe

Selanjutnya saya turun bukit menuju Kontamale, yaitu sumber mata air tawar yang tak pernah kering. Meski sudah diambil oleh penduduk sekitar untuk berbagai keperluan seperti mandi dan mencuci. Rasanya saya pengen nyebur bareng adek yang lagi belajar renang itu. Hehe


Discovery Diving & Snorkling
Nah, inilah bagian yang ditunggu-tunggu dalam petualangan bahari kali ini. Spot diving & snorkling kali ini adalah Kolosium, Pantai Waha, dan Pantai Cemara. Semua serba indah, tapi dari ketiga spot itu, yang paling saya suka adalah Pantai Cemara. Jenis ikannya lebih beragam. Bahkan bagi yang beruntung, akan ketemu dengan Penyu yang besaaarr banget! Wow!


Tapi, kalau boleh milih, saya sih pengen menyelam atau snorkling di Kapota, yaitu spot yang penuh dengan lumba-lumba.....

Berburu Sushi ala Wakatobi
Bagian menarik lainnya dari sebuah perjalanan adalah wisata kulinernya. Kali ini sih, saya lebih banyak disajikan oleh bagian resort. Dan, satu yang saya suka adalah Ikan Perangi, yaitu ikan mentah yang disajikan dengan rempah-rempah. Sama sekali tidak berasa amisnya. Benar-benar perbaikan gizi saya di sini!

Bebaskan Langkah!
Nah, seperti yang sudah saya ceritakan di awal tadi, bahwa saya mendapatkan kesempatan ke Wakatobi karena memenangkan kegiatan Bebaskan Langkah! Program apa sih itu? Yaitu suatu program yang menjaring orang-orang yang mampu memperjuangkan passion-nya hingga titik darah penghabisan. Hehe...

Yakin, Melangkah, dan Beraksi adalah motto yang diusung dalam kegiatan kali ini oleh FWD Life Indonesia selaku pihak penyelenggara. Seberapa besar sih passion kamu bermanfaat untuk diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitarmu?

Selain hadiah ke Wakatobi, hadiah luar biasa lainnya adalah workshop Passionpreneur dari Dreamlab! Yang akan berlangsung dari pertengahan Oktober sampai Desember 2014. Dimana saya akan diajari untuk memperkuat brand saya hingga bertahan lama dan bisa bersaing. Dan, tentu menggaet pasar serta omset yang lebih besar sehingga kesejahteraan tim MakaraMe menjadi lebih baik lagi. Hehe...

Ikuti terus cerita saya bersama Bebaskan Langkah ya...



Terima kasih untuk tim Bebaskan Langkah, FWD, GRowMint, Maestro Tour & Travel, dan Dreamlab atas pengalaman luar biasa yang saya dapatkan sejauh ini dan ke depannya nanti. Jadi, apa passion-mu? Share di fanspage FWD Life Indonesia yuk...
Read More

Ikuti Bebaskan Langkah Periode Kedua & Menangkan Passionpreneur Workshop Gratis Senilai 15juta!

Hi Passionate People,
Punya cerita perjalanan passion yang bisa kamu share untuk orang lain?
Gerakan Bebaskan Langkah masih berlanjut!
Ayo ikuti #bebaskanlangkah periode Kedua yang berlangsung dari 25 Agustus sampai 22 September 2014.
Tuliskan cerita, share foto atau video perjalanan passion kamu diwww.bebaskanlangkah.com!
Hadiah utamanya adalah Passionpreneur Workshop dari DreamLab Indonesia yang akan membantu 5 pemenang untuk mengembangkan passion-nya, value workshop ini senilai Rp 15,000,000 per orang. Melalui workshop berbasis passion ini, kamu bisa membangun rencana bisnis profesional yang siap untuk dipasarkan. Tersedia juga hadiah menarik lainnya seperti: GoPro Hero3+ Black Edition untuk 5 pemenang dan sport shopping voucher senilai jutaan rupiah untuk 15 pemenang!
Login lagi di www.bebaskanlangkah.com dan ajak teman-teman kamu untuk ikutan.
Jadilah inspirasi untuk sesama dengan Yakin, Melangkah, dan Beraksi!
Read More

Bebaskan Langkahmu!

Setiap orang pasti memiliki cita-cita, meskipun tak jarang yang malu-malu untuk mengungkapkannya. Hanya menorehkannya dalam angan atau di hati saja. Atau mungkin hanya berani berekspresi lewat buku diary. Mengapa malu? Karena banyak dari kita yang tidak siap untuk ditertawakan, dipandang sebelah mata, atau mungkin tidak siap untuk gagal padahal belum berjuang. Apakah sobat MakaraMe salah satunya? Saya harap tidak!

Dulu, saya salah satu pribadi yang tertutup jika ditanya tentang cita-cita. Tapi sekarang tidak lagi, sejak saya kuliah dan ikut mentoring dari beberapa mahasiswa berprestasi di kampus. Dari mereka saya belajar bahwa ternyata kekuatan menuliskan maupun mengungkapkan apa yang kita mimpikan itu memberikan energi yang luar biasa. Yup! Pernah mendengar Teori Mestakung yang diutarakan oleh Prof. Yohanes Surya?

Teori Mestakung atau yang berarti Semesta Mendukung merupakan teori yang diambil dari sebuah konsep Fisika. Yaitu, bahwa di saat sesuatu dalam kondisi kritis, maka partikel-partikel di sekelilingnya akan bekerja serentak membangun satu titik ideal. Kekuatan alam akan bersatu mewujudkan mimpi bagi siapa saja yang mempercayai dan mau bekerja keras.

Nah, dulu, saya disuruh untuk menuliskan 100 mimpi saya (boleh lebih) dan ditempel di dinding kamar. Tujuannya, agar bisa terbaca setiap saat dan mematri mimpi kita kuat-kuat di alam bawah sadar kita sehingga kita tak sedikit pun lengah berjuang. Life is a wonderful journey. Make it the life you want and not someone else's. Bebaskan langkahmu!

Oya sobat, coba klik video di atas ya! Saya sekedar ingin berbagi pengalaman di MakaraMe yang kebetulan mendapatkan kesempatan diliput oleh tim Bebaskan Langkah dan GrowMint dari FWD

Saya mendapatkan pengalaman menjadi artis utama selama 3 hari. Ternyata tidak mudah sobat! Salut dengan para artis dan aktingnya. Hehe

Terima kasih juga untuk para kru Bebaskan Langkah, GrowMint, dan FWD yang datang jauh-jauh dari Jakarta ke desa Sumowono untuk meliput MakaraMe. Dengan sabar mengarahkan talent amatiran ini. XIxi


Oya, selain dibuatkan video profile, MakaraMe juga berkesempatan jalan-jalan ke Wakatobi September nanti, sebelum nantinya diinkubasi oleh DreamLab tentang passionpreneur. Wow! Luar biasa sekali! Saya tidak membayangkan akan mendapatkan begitu banyak kesempatan setelah saya berani melepas rasa malu dan ragu untuk menggapai cita-cita saya. Bagaimana dengan Sobat MakaraMe? :)

Read More

3 Prinsip Dakwah Damai ala Wali Songo

Setiap diri kita memiliki kewajiban untuk menyebar kebaikan kepada siapa pun makhluk ciptaan Allah di bumi ini. Tanpa memandang ras, agama, suku, maupun warna kulit yang melekat di dalam diri orang lain. Hal ini sejalan dengan salah satu hadist riwayat Bukhari bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sampaikanlah dariku meski hanya satu ayat.” Namun, lebih dari itu, meskipun kita diwajibkan untuk mendakwahkan ayat Allah SWT dan sunah Rasulullah SAW, namun cara menyampaikannya pun harus diperhatikan dengan seksama. Niat yang baik, jika tidak disampaikan dengan cara yang baik, hanya akan menimbulkan kesalah-pahaman. Dan, yang terburuk adalah perpecahan. Naudzubillahimindalik
Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik dalam berdakwah. Beliau tidak pernah menggunakan cara-cara yang kasar dan melukai hati dengan tanpa menghilangkan ketegasan. Hal ini pula yang senantiasa menjadi pegangan Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara yang kala itu mayoritas masih menganut kepercayaan dan syirik. Namun, semakin ke era saat ini, sepertinya teladan para Wali Songo memudar ditelan oleh zaman.
Ada perasaan khawatir dan kecewa di kala ormas Islam yang satu menjelek-jelekkan ormas Islam yang lain di depan publik. Beradu argumen di media sosial tanpa kelapangan hati untuk menerima pendapat satu sama lain. Bahkan, seolah ingin saling menjatuhkan dengan argumen yang kurang sopan untuk diucapkan ataupun dituliskan. Tujuan menyebarkan agama Islam yang penuh kedamaian dan cinta kasih justru rusak karena keegoisan diri atau kepentingan kelompok. Sungguh sesuatu hal yang sangat memprihatinkan.
Terdapat 3 prinsip dasar yang selalu dipegang oleh Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam ke Nusantara, yaitu: (1) Al Hikmah (Kebijaksanaan), (2) Al-Mau’izha Al-Hasanah (Nasihat yang Baik), dan (3) Al-Mujadalah Billati Hiya Ahsan (Berbantah-bantah dengan jalan kebaikan). Tiga prinsip dakwah ini terbukti berhasil diterapkan di Nusantara Raya. Dari mayoritas masyarakat penganut animisme, dinamisme, hindu, dan budha, kini Indonesia menjadi negara mayoritas beragama Islam. Akankah kita membiarkan ego kita merusak tatanan yang telah diwariskan para da’I sebelumnya? Semoga kita senantiasa bisa meneladaninya. Dan, Indonesia bisa menjadi Mercusuar Dunia dalam dakwah Islam secara damai.
Read More