AZG Mikro

Vitamin D dapat disintesis dari kolesterol
Mineral makro dibutuhkan ≥ 100mg / hari
Mineral mikro dibutuhkan sekitar 15 mg / hari
Tidak semua jenis mineral dibutuhkan:
- Esensial : Fe, I, Zn, Cu, Mn, F, Se
- Non-gizi , non-toxic : B, Sn, ni
- Non-Gizi, toxic : Al, Hg, Pb, Ar, Cd
Seruloplasmin : protein dalam plasma berbentuk globulin, mengandung Cu
Fortifikasi : penambahan zat gizi pada bahan makanan
Suplementasi : membuat makanan atau produk baru yang mengandung zat gizi, biasanya dalam bentuk tablet atau serbuk (bukan menambahkan zat gizi pada bahan makanan)
Bioavailibilitas dipengaruhi oleh:
- interaksi mineral dengan komponen lain
- bentuk ion ketika diserap tubuh
* Fe mudah diserap tubuh dalam bentuk Ferro (Fe2+)
- bioavalibilitas tinggi : Na, Cl, I, F
- bioavalibilitas sedang : Ca, Mg
- bioavalibilitas rendah : Fe, Cr, Mn
Penghambat (Inhibitor) karena memiliki bentuk ion yang sama (ex: Ca2+ berlebihan akan menghambat Mn2+, Zn2+, Ca2+, Fe2+)
- Zn2+ --> inhibitor bagi Cu2+ (begitu juga sebaliknya) & Fe non-heme
- Vit. C --> enhacer bagi Fe non-heme
- Oksalat & fitat --> inhibitor Fe
Analisis dengan cara kimia : bahan harus diabukan terlebih dahulu
Blanko : analisis reagent (bahan pencampur / pereaksi) --> reagent bisa jadi tidak murni (mis: terdapat Fe)
Standart : pengukuran suatu zat yang sudah diketahui dengan menggunakan reagent murni

0 komentar:

Post a Comment