Jahe

Jahe mengandung komponen minyak menguap (volatile oil), minyak tidak menguap (non volatile oil), dan pati. Minyak menguap yang biasa disebut minyak atsiri merupakan komponen pemberi bau yang khas, sedangkan minyak tak menguap yang biasa disebut oleoresin merupakan komponen pemberi rasa pedas dan pahit. Komponen yang terdapat pada oleoresin merupakan lembaran utuh dari kandungan jahe, yaitu minyak asturi dan fixed oil yang terdiri dari zingerol, shogaol, dan resin. Kadar air jahe berkisar antar 85-90% tergantung pada jenis jahenya (Paimin dan Murhananto 1991).

Minyak atsiri merupakan salah satu dari dua komponen utama minyak jahe. Minyak atsiri itu terdapat pada rimpang jahe segar, jahe kering atau oleoresin. Minyak atsiri diperoleh dengan cara mendestilasi jahe dengan cara destilasi air, destilasi air dan uap, atau destilasi uap. Jahe kering mengandung minyak atsiri sebanyak 1-3%. Sedangkan jahe segar kandungan minyak atsirinya lebih banyak dari jahe kering terutama jika tidak dikuliti. Minyak ini diperoleh melalui proses penyulingan.

Paimin F.B, Murhananto. 1991. Budidaya, Pengolahan, Perdagangan Jahe. Jakarta : Penebar Swadaya

0 komentar:

Post a Comment