semua tentang seng

Metode Kecap Smith
Seng adalah mikromineral yang ada di mana-mana dalam jaringan manusia/hewan dan terlibat dalam fungsi berbagai enzim dalam proses metabolisme. Tubuh manusia dewasa mengandung 2-2,5 gram seng. Tiga perempat dari jumlah tersebut berada dalam tulang dan mobilisasinya sangat lambat. Test Kecap Smith dapat menentukan konsentrasi seng, yang ditemukan pada lidah, sehingga kekurangan seng berpengaruh pada jaringan ini. (Atmadja et al 1988).
Seng (Zn)
Tubuh mengandung 2-2.5 gram seng yang tersebar di hampir semua sel. Sebagaian sel berada dalam hati, pankreas, ginjal, otot, dan tulang. Jaringan yang banyak mengandung seng dalah bagian mata, kelenjar prostat, spermatozoa, kulit, rambut, dan kuku. Seng di dalam plasma hanay merupakan 0.1% dari seluruh seng di dalam tubuh yang mempunyai masa pergantian yang cepat (Almatsier 2004).
Seng memegang peran essensil dalam banyak fungsi tubuh. Sebagai enzim atau kofaktor, berperan dari berbagai aspek metabolisme (reaksi yang berkaitan dengan sintesis dan degradasi karbohidrat, protein, lipida, dan asam nukleat). Sebagai bagian dari enzim peptidase karboksil yang terdapat di dalam cairan pankreas, seng berperan dalam pencernaan protein. Seng juga dibutuhkan oleh enzim insulin yang dibentuk di dalam pankreas walaupun tidak berperan secara langsung dalam enzim insulin. Selainin itu, peranan penting lain adalah sebagai bagian integral enzim DNA polimerase dan RNA polimerase yang diperlukan dalam sintesis DNA dan RNA. Sebagai bagian dari enzim kolagenase, seng berperan pula dalam sintsesis dan degradasi kolagen. Dengan demikian seng berperan dalam pembentukan kulit, metabolisme jaringan ikat, dan penyembuhan luka (Almatsier 2004).
Seng juga berperan dalam pengembangan fungsi reproduksi laki-laki dan pembentukan sperma. Seng berperan dalm fungsi kekebalan yaitu dalam fungsi sel T dalam pembentukan antibodi oleh sel B (Almatsier 2004).
Sumber yang paling baik adalah sumber protein hewani, terutama daging, hati, kerang, dan telur. Serealia tumbuk, kacang-kacangan juga merupakan sumber yang baik, namun mempunyai ketersediaan biologik yang rendah (Almatsier 2004).
Metabolisme dan Absorpsi Seng (Zn)
Absorpsi membutuhkan alat angkut dan terjadi di bagian atas usus halus (duodenum). Seng diangkut oleh albumin dan transferin masuk ke aliran darah dan dibawa ke hati. Kelebihan seng disimpan di dalam hati dalam bentuk metalotionin. Lainnya dibawa ke pankreas dan jaringan tubuh lain. Di dalam pankreas seng digunakan untuk membuat enzim pencernaan yang pada waktu makan akan dikeluarkan ke dalam saluran cerna. Dengan demikian saluran cerna menerima seng dari dua sumber, yaitu dari makanan dan cairan pencernaan yang berasal dari pankreas. Sirkulasi seng di dalam tubuh dari pankreas ke saluran cerna dan kembali ke pankreas dinamakan sirkulasi enteropankreatik (Almatsier 2004).
Absorpsi seng diatur oleh metalotioni yang disintesis di dalam sel dinding saluran cerna. Bila konsumsi seng tinggi, di dalam sel dinding saluran cerna sebagian diubah menjadi metalotionin sebagai simpanan, sehingga absorbansi berkurang. Bentuk simpanan ini akan dibuang bersama sel-sel dinding usus halus yang umurnya adalah 2-5 hari. Metalotionein di dalam hati mengikat seng hingga dibutuhkan oleh tubuh. Metalotionein mempunyai peranan dalam mengatur kandungan seng di dalam cairan intraseluler. Distribusi seng antara cairan ekstraseluler, jaringan dan organ dipengaruhi oleh keseimbangan hormaon dan situasi stres. Hati mempunyai peranan penting dalam redistribusi ini (Almatsier 2004).
Seng dikeluarkan tubuh terutama melalui feses. Di samping itu seng dikeluarkan melalui urin, dan jaringan tubuh yang dibuang, seperti jaringan kulit, sel dinding usus, cairan haid, dan mani (Almatsier 2006).
Angka Kecukupan Seng
Widya Karya Pangan dan Gizi tahun 1998 menetapkan angka kecukupan seng untuk Indonesia adalah bayi (3-5 mg), Umur 1-9 tahun (8-10 mg), umur 10- 60 tahun ke atas (15 mg untuk pria maupun wanita), ibu hamil (5 mg lebih), ibu menyusui (10 mg lebih) (Almarsier 2004).
Kekurangan Seng
Defisiensi seng dapat terjadi pada golongan rentan, yaitu anak-anak, ibu hamil dan menyusui serta orang tua. Tanda-tanda kekurangan seng adalah gangguan pertumbuhan dan kemtangan seksual. Fungsi pencernaan terganggu, karena fungsi pankreas, gangguan pembentukan kilomikron dan kerusakan permukaan saluran cerna. Di samping itu dapat juga terjadi diare, dan gangguan fungsi kekebalan. Kekuranagn seng kronis mengganggu ousat sistem saraf dan fungsi otak. Kekurangan seng juga mengganggu fungsi kelenjar tiroid dan laju metabolisme, gangguan nafsu makan, penurunan ketajaman indera serta rasa memperlambat penyembuhan luka (Almatsier 2004).
Kekurangan seng dapat menyebabkan kekurangan tembaga, hambatan pertumbuhan, hambatan perkembangan, hambatan kematangan sex pada pria, sintesis dan pengeluaran testosteron rendah, anemia, kurang nafsu makan, rendahnya daya tahan terhadap infeksi, sintetis kolagen tidak normal, kulit kering, luka, dan sulit sembuh, gangguan sistem pencernaan, menurunnya fungsi penciuman dan pengecapan, selera makan berkurang dan berat badan menurun, gangguan sistem otak dan syaraf yang dapat menyebabkan kemunduran mental, gangguan sistem imunitas (Damayanthi 2002).
Kelebihan Seng
Kelebihan seng hingga 2-3 kali AKG menurunkan absorbsi tembaga. Kelebihan sampai sepuluh kali AKG mempengaruhi metabolisme kolesterol, mengubah nilai lipoprotein, dan tampaknya dapat mempercepat timbulnya aterosklerosis. Dosis sebanyak 2 gram atau lebih dapat menyebabkan muntah, diare, demam, kelelahan yang sangat, anemia, dan gangguan reproduksi (Almatsier 2004).

DAFTAR PUSTAKA
Almatsier S. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Atmadja et al. 1988. Penelitian Status Zink dengan Tes Kecap Smith pada Masyarakat RW 04 Manggarai. Jakarta: Majalah Kedokteran Indonesia.

Damayanthi. 2002. Media Gizi & Keluarga. http://www.google.co.id/search?-hl=id&ei=EUsbSv=X&oi=spell&resnum=0&ct=result&cd=1&q=Kekurangan+Seng+nasution+dan+damayanthi&spell=1

0 komentar:

Post a Comment