Premenstrual Sindrom (PMS) vs Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)

Bicara tentang wanita dan kesehatan emang tidak ada matinya.Wanita memang makhluk Tuhan yang istimewa. Ya, tentu dg segala keunikannya. Okelah, Kita bahas yuk, siklus bulanan wanita yg tidak terdapat pada pria yang membuat wanita semakin istimewa.
       Siklus bulanan wanita yang tak pernah terlewat adalah menstruasi, yaitu secara medis didefinisikan sebagai keluarnya darah dari vagina pada wanita yang cukup umur untuk hamil, yang diakibatkan oleh erosi lapisan rahim (Rachmayunita & Akhirudin 2007). Bisa juga dibilang peluruhan sel ovum yang tidak dibuahi,biasanya siklus haid ini berlangsung 28 hari, tapi juga tergantung individu masing-masing.
         Nah, biasanya nih, emosi para wanita yang sedang "datang bulan" sedikit labil atau biasa dikenal premenstruasi sindrom (PMS). Bahkan yang lebih parah lagi, bisa jadi PMDD, hmm... apa lagi ya??? PMS mengganggu kualitas hidupkah?? hohoho, Perlu dikontrol deh ya, biar ga uring2an..so,,let`s check this out!!
Nah, dari sebuah majalah wanita Aura ada artikel yg menyatakan "Sebanyak 95% perempuan mengalami premenstrual syndrome (PMS). Jika simptom berefek secara serius dalam hidup sehari-hari, kemungkinan Anda mengalami bentuk yang lebih parah, disebut Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Simptom ini biasanya diatasi dengan obat resep."  
PMS itu terjadi karena adanya perubahan kadar hormon di dalam tubuh, konsekuensinya kondisi emosi seorang wanita jadi lebih labil dibandingkan biasanya. Hal ini yang membuat para wanita yang sedang haid lebih uring-uringan. So,dimaklumi aja.
   Tapi apa lantas dibiarkan saja? Tidak juga. Sebagai seorang wanita, kita harus membuat kondisi emosi kita tetap stabil di kondisi apa pun. Karena memelihara PMS juga ga baik. Bisa jadi menurunkan kualitas hidup kita. Karena jika kita tidak bisa mengontrol emosi, maka bisa jadi, kita tidak bisa berpikir secara sehat, perasaan pun menjadi sangat sensitif. Nah, hal ini dikhawatirkan dapat menurunkan produktivitas apalagi jika PMS sudah menjalar ke PMDD,,hmm,,bisa tambah runyam...

PMS
PMDD
Jika Anda punya satu simptom fisik dan satu simptom perasaan yang mengganggu kualitas hidup dan terjadi setiap bulan sebelum mulai menstruasi, dan sembuh atau lenyap ketika mens dimulai
Jika Anda punya 4 simptom perasaan (mudah marah, menangis, depresi, dll.) dan 1 atau lebih simptom fisik yang mengganggu kualitas hidup dan terjadi setiap bulan sebelum mens dimulai dan hilang ketika mens dimulai

Cara Mencegah PMS
Dapatkan sinar matahari 30 menit sehari, saran Profesor Michael Holick, MD dari Boston University School of Medicine dalam bukunya The UV Advantage. Paparan sinar matahari meningkatkan produksi serotonin otak yang membangkitkan rasa bahagia dan mengurangi cepat marah serta simptom PMS lainnya.
Bonus: Anda mendapatkan sinar matahari yang diperlukan tubuh untuk memproduksi vit.D-nya sendiri yang menghentikan PMS.
          

Dapus:
Rachmayunita E, Akhirudin. 2007. Panduan ABG Muslimah. Jakarta: QultumMedia.
media wanita AURA no.02/th.XIV minggu ke-4 januari 2010

3 comments:

  1. coment..coment.. begitukah?? emmm,, mending diem aj kalo lagi labil, hehehe.. ^.^

    makara,, join new brand blog PyNoph ya.. follower yg sekarang pake script jd yg dulu g kepake lg..

    ReplyDelete
  2. coment..coment..
    emm, begitukah?? mending diem aja kalo lg labil, ehhehe.. ^^

    makara,, join ke "PyNoph new brand" ya,, hehehe..
    follower yg sekarang pake script jd yg dulu g kepake lg..

    ReplyDelete
  3. ya,,mungkin bisa jd salah satu terapi pengendalian emosi...
    mungkin,,bisa buat diet khusus wat PMS nop...hehehe

    ReplyDelete