Vitamin

Jenis Vitamin
Fungsi*
Penyakit akibat Defisiensi*
Akibat Kelebihan**
A
Retinol
b-karoten
Pigmen penglihatan pada retina; mengatur ekspresi gen dan diferensiasi sel ; b-karoten merupakan sebuah antioksidan
Buta Senja  (XN); Xerosis Konjungtiva (X1A);  Bercak Bitot (X1B); Xerosis Kornea (X2); Ulkus kornea dg xerosis (X3A); Keratomalasia (X3B); Parut Kornea (XS); Xeroftalmia Fundus (XF); Keratinisasi Kulit
Gejala pd orang dewasa: Sakit kepala; pusing; rasa nek; rambut rontok; kulit mengering; anoreksia; sakit pada tulang; menstruasi berhenti;
Bayi : pembesaran kepala; hidrosefalus; mudah tersinggung
Kelebihan karoten: kulit kuning

D
Calciferol
Mempertahankan keseimbangan kalsium; meningkatkan absorpsi kalsium pada usus dan mobilisasi mineral tulang; mengatur ekspresi gen dan diferensiasi sel
Riketsia : penurunan mineral pada saat pertumbuhan. Tulang menjadi lunak dan lemah (terjadi pada anak2)
Osteomalasia: tulang mengalami demineralisasi. Tulang menjadi lunak dan lemah (terjadi pada orang dewasa)
Keracunan; kelebihan absorpsi vit.D à kalsifikasi berlebihan pada tulang&jaringan tubuh (ginjal, paru2, dll). Hiperkalsemia (lemah, sakit kepala, anoreksia, diare, muntah2, gangguan mental, pengeluaran urin berlebihan)
E
Tokoferol
Tokotrienol
Antioksidan, terutama di membran sel; berperan dalam sinyal seluler
Sangat jarang – disfungsi saraf yang serius (sindroma neurologik = fungsi tidak normal pada sumsum tulang belakang & retina); hemolisis eritrosit;
Keracunan ; mencegah penggumpalan darah
K
Phylloquinone
Menaquinone
Coenzyme pada pembentukan g-karboksiglutamat pada enzim pembekuan darah dan matriks tulang
Pembekuan darah terganggu ; penyakit Hemorrhagic
Hemolisis sel darah merah, sakit kuning (jaundice), dan kerusakan pada otak
B1
Thiamin
Coenzyme pada piruvate dan 2-oxo-glutarate dehidrogenase, dan transketolase; mengatur channel Cl- pada konduksi saraf
Kerusakan saraf periferal (beri-beri); atau luka pada sistem saraf pusat (Wernicke-Korsakoff Syndrome)
-
B2
Riboflavin
Coenzym pada reaksi reduksi-oksidasi ; grup prosthethic pada flavoprotein
Luka pada sudut mulut, bibir, dan lidah; dermatitis sebhorreic
-
Niacin
Nicotinic Acid
Nicotinamide
Koenzim pada reaksi oksidasi-reduksi, bagian fungsional pada Nicotinamide Adenine Dinucleotide (NAD) dan Nicotinamide Adenine Dinucleotide Phosphate (NADP); berperan dalam regulasi kalsium intraselular dan sinyal sel
Pellagra – dermatitis fotosintetis ; tekanan fikosis
-
B6
Piridoksin
Piridoksal
Piridoksamin
Koenzim pada transaminasi dan dekarboksilasi asam amino dan glikogen fosforilase; modulasi aksi hormon steroid
Disorder metabolisme asam amino, sawan


Asam Folat
Koenzim dalam transfer fragment 1-carbon
Gangguan metabolisme DNA, menghambat pertumbuhan, Megaloblastic anemia, peradangan lidah (glositis), gangguan saluran cerna, NTD (Neural Tube Deffects)

B12
Kobalamin
Koenzim dalam transfer fragment 1-carbon dan metabolisme asam folat
Pernicious Anemia : megaloblastic anemia dengan degenerasi saraf tulang belakang


Asam Pantotenat
Bagian fungsional pada koenzim A dan protein pembawa asil: sintesis asam lemak dan metabolisme
Kerusakan saraf periferal (nutrional melalgia “burning food diseas”)

H
Biotin
Koenzim reaksi karboksilasi dalam glukoneogenesis dan sintesis asam lemak; berperan dalam regulasi siklus sel
Terganggunya metabolisme lemak dan karbohidrat; dermatitis

C
Asam askorbat
Koenzim dalam hidroksilasi prolin dan lisin dalam sintesis kolagen; antioksidan; meningkatkan penyerapan zat besi
Scurvy – terganggunya penyembuhan luka, hilangnya semen gigi, subkutan hemorrhage



Sumber : slide Kuliah evaluasi Nilai Gizi Vitamin oleh Dr. Ir. Evy Damayanthi, MS
Jangan Lupa comment untuk Makara ya,,,Qt berbagi iLmu bersama saling bersilaturahmi...^^

2 comments:

  1. ohhh ternyata begitu ya, maap sebelumnya cuma tau vit C aja
    artikel yg menarik

    ReplyDelete
  2. yup!! semoga nambah wawasan m manfaat ya,,,
    smgt!! \^o^/

    ReplyDelete