Mengenal CODEX....^^

   Monkey Icon CiciApa kabar blogger N netter?? semoga dalam keadaan baik, sehat wal afiat, dan selalu dalam lindungan serta rahmat-Nya. Amin. ^^
Wuah, kok pembukaannya kayak mau pidato ya? hehe...mungkin karena udah larut malam kali ya,,,
okelah,,,langsung berbagi aja ya,,,hmmm...sekarang kan lagi gencar-gencarnya ya,,,"kasus" Indomie yang ditarik dari peredaran karena mengandung methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) atau biasa dikenal dengan nama nipagin. Yang konon katanya di Taiwan tidak boleh beredar, karena merupakan bahan berbahaya bagi tubuh. Nah, tapi teman2s...ternyata menurut BPOM dan Menteri Kesehatan Indonesia, Indomie aman untuk dikonsumsi karena masih sesuai dengan standar yang ditentukan. Yaitu, 250mg/1kg produk. Kemudian, menurut Codex Alimentaris Commission (CAC), juga sah2 saja menggunakan nipagin. bahkan di Amerika pun memakai standar 1000mg/1kg produk. Nah, masih takut mengkonsumsi mie? hmmm....sebaiknya sih,,memang jangan terlalu sering ya,,,Bu Menteri pun mengatakan kalau kita memang harus makan-makanan yang bergizi, berimbang, dan beragam. So,  jangan berlebihan lah intinya,,,,^^
Hmmm,,,sebenernya sapa sih CAC itu? Kenalan yux...Monkey Icons
Codex Alimentaris Commission (CAC) adalah Lembaga PBB yang menyusun Standar, Pedoman dan Dokumen terkait seperti Code of Practice terhadap Pangan, dimana secara reguler mengadakan pertemuan internasional dan konsultasi dengan para pakar untuk membahas aspek-aspek spesifik dari  produksi pangan dan perdagangannya, yang meliputi :

·      Nutrisi dan Pangan untuk Penggunaan Khusus
·      Pangan Higienis
·      Kontaminan
·      Residu Pestisida dan Obat Hewan
·      Pelabelan Pangan
·      Bahan Tambahan Pangan
·      Sistem Sertifikasi dan Inspeksi Ekspor dan Impor Pangan

Komisi yang didirikan pada tahun 1963 ini  beranggotakan 172 anggota yang terdiri dari 171 anggota Negara dan 1 anggota Organisasi

Bagaimana Codex Membuat pangan lebih aman ???

Best If Used Before....Codex General Standards untuk pelabelan Pangan yang dikemas adalah standar internasional pertama yang merekomendasikan pelabelan masa kadaluarsa.

Low Fat and Light Foods....Pedoman Codex pada tahun 1997 telah memandatkan  bahwa produk yang berlabel ”Low-Fat” harus tidak mengandung lemak lebih dari 3 gram per 100 gram pangan; ”Lights food” harus mengandung kalori paling sedikit 25 % lebih rendah dari standar

Food Allergies....Untuk melindungi konsumen dari alergi  pangan, pada tahun 1999 komisi telah mengamandemen standar umum untuk pelabelan.  Sekarang, seluruh komposisi bahan pangan yang potensial mengakibatkan alergi harus dijabarkan secara jelas pada label pangan berkemasan.

Food Contamination....Codex Alimentarius menyusun batas aman kontaminan untuk lingkungan dan industri, termasuk petunjuknya.  Saat ini, komisi sedang mencari jalan untuk meningkatkan keamanan pangan melalui pengawasan kontamnasi mikrobiologi, seperti Salmonella, Listeria dan Campylobacter.

Konsumen dan Standar Codex
Konsumen di setiap negara mempunyai peranan penting dalam meminta pemerintah untuk mengikuti standar Codex serta mengantisipasi isu  terkait mutu dan keamanan pangan.

Bagaimana Berpartisipasi  dalam Aktifitas Codex?
Partisipasi konsumen merupakan elemen penting dalam kegiatan Codex Alimentarius Commission (CAC).  Komisi merekomendasikan agar perwakilan konsumen dilibatkan dalam Komite Kodeks Nasional, yang merumuskan kebijakan pemerintah dan berkontribusi dalam pembahasan pada pertemuan internasional Codex. Jika anda adalah anggota dari organisasi konsumen, agendakan Codex Alimentarius dalam pertemuan anda berikutnya.  Codex Contact Point Indonesia dapat menjelaskan lebih lanjut cara agar organisasi anda mempunyai peranan dalam standar pangan.

Apa Manfaat Berperan Aktif dalam Penyusunan Standar Pangan (Codex Alimentarius) ?
ü  Mendapat kesempatan untuk mengetahui dan mengerti dasar norma internasional
ü  Berkesempatan untuk memenuhi persyaratan perdagangan internasional
ü  Mendapatkan informasi terbaru dan kesempatan memperluas wawasan
ü  Sebagai dasar perbaikan sistem produksi dan pengendalian pangan yang lebih baik sesuai standar internasional





 

Direktorat Mutu dan Standardisasi
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasl Pertanian
Departemen Pertanian
2007

tapi, ada juga yang kontra dengan CODEX, cek aja di:

http://c0b4d1b4c4.indonesianforum.net/serba-serbi-f15/konspirasi-pengurangan-93-populasi-dunia-t68.htm


http://www4.dr-rath-foundation.org/THE_FOUNDATION/Events/codex-whatisit.html



mana yang benar?? mari dibahas yux,,,kutunggu komen Xan ya...^^

Jangan Lupa comment untuk Makara ya,,,Qt berbagi iLmu bersama saling bersilaturahmi...^^

2 comments:

  1. Orang IPB ada yang pernah menjadi pejabat CODEX lho (apa JECFA ya). Pak Winarno kalau ga salah. Orang TPG, pendiri M-brio

    ReplyDelete
  2. iya, nie, masih butuh informasi yang lebih lanjut.
    di internet kan semua info bebas, link yang aku kasih itu kontra sama CODEX. Dan infonya mengerikan, di kelas juga beberapa orang sedang ribut tentang itu.
    Mohon infonya ya kak Fahmi...^^

    ReplyDelete