Frekuensi Masalah Kesehatan/Gizi Asosiasi Resiko

HaLo,,,sahabat Makara...udah lama nih,,,out of date...^^
Nah,,sekarang mau berbagi lagi nie,,,ilmu yg semoga bermanfaat...Amin...^^
khusunya,,bagi temen2 luminaire yg ga masuk kuliah,,,yg masuk kuliah,,,tolong bantu menyempurnakan ya,,,cuz,,takutnya Q salah pemahaman,,,mari berbagi bersama...together to be better...^^
Ilmu ini aku dapat dari dosenQ cinta...Ibu Ikeu Ekayanti,,,let`s cekidot...^^
      Seorang mahasiswa Gizi Masyarakat melakukan penelitian untuk menyelesaikan tugas akhir studinya dengan melakukan observasi pada mahasiswi TPB-IPB tahun ajaran 2008/2009. Masalah yang ingin dibuktikan adalah “Hubungan kebiasaan mengkonsumsi pangan hewani (ikan, daging, dan unggas) dengan status besi yang diukur dengan parameter kadar Ferritin tubuh”. Data yang dihasilkan ditabulasi pada tabel berikut:
Konsumsi Pangan Hewani (g/hari)
Status Besi Ferritin (ng/mL)
Jumlah
<12
≥12
<100
40
26
66
≥100
18
36
54
Jumlah
58
62
120

  •  Jenis Studi Epidemiologi : Cross Sectional Study à karena hanya dilakukan pengamatan dan tidak ada keterangan apapun. Contoh case control: penyakitnya disebutkan dulu di depan untuk mengetahui faktor risiko atau masalah kesehatan yang diduga mempunyai hubungan erat dgn kejadian penyakit di masyarakat. Kalau Cohort: untuk mengetahui dampak/pengaruh intervensi. bersifat observasi dimana  dilakukan perbandingan antara sekelompok orang terpapar (terkena penyebab) dengan sekelompok orang yang tidak terpapar atau terkena penyebab dan melihat akibat yang ditimbulkannya. Ada rentang waktunya.
  •  Jenis nilai resiko yang paling cocok: OR (Odds Ratio)
  • OR = ad/bc

Variabel/Karakteristik
Penyakit Positif (+)
Penyakit Negatif (-)
Total
Positif
a
b
m1
Negatif
c
d
m0
Total
n1
n0
t



OR = (40 x 36)/(28 x 18) = 3,07 (OR disini belum tentu merupakan factor resiko, dikarenakan belum diuji apakah signifikan atau tidak)
  •  Angka prevalensi defisiensi zat besi (feritin <12 ng/mL): n1/t x 100% = 58/120 x 100% = 48.33%
  • Hasil uji statistika α = 0.05, diperoleh CI nilai resiko pada kisaran (1.46 – 6.44). OR = 3,07; CI = 95% (1.46 – 6.44) 
  • a.  Nilai OR berada pada range CI (1.46 – 6.44) 
  • b.    Nilai OR 3,07 > 1 
  • c.    Tidak ada nilai 1 pada range CI (1.46 – 6.44)
  • nilai OR = 3,07 memenuhi persyaratan a,b, & c berarti: “paparan merupakan factor resiko yang menyebabkan outcome (konsumsi pangan hewani merupakan factor resiko status besi ferritin.” Jika OR hanya memenuhi syarat a & b saja, maka paparan hanya berhubungan dengan outcome, tetapi belum tentu menjadi factor penyebab
  •  Judul : Hubungan Konsumsi Pangan Hewani terhadap Status Besi Mahasiswi TPB-IPB Tahun Ajaran 2008/20009
  • Hipotesis:
  • H0 : Tidak terdapat hubungan antara konsumsi pangan hewani terhadap Status Besi Mahasiswi TPB-IPB Tahun Ajaran 2008/2009
  • H1 : Terdapat hubungan antara konsumsi pangan hewani terhadap Status Besi Mahasiswi TPB-IPB Tahun Ajaran 2008/2009
  •  Population Attribute Risk (PAR):
PAR = p (r – 1) / [p (r – 1) + 1]
p = proporsi dari populasi yang terpapar (b/b+d)
r = nilai resiko (OR)
p = 26/(26+36) = 0,419
r = 3,07
PAR = 0,419 (3,07 – 1) /[[ 0,419 (3,07 – 1)] + 1]
PAR = 0,4646
  • Nilai PAR = 0,4646 (46.46%). Artinya: Jika konsumsi pangan hewani ditingkatkan, maka resiko defisiensi zat besi (kadar ferritin) dapat ditekan 46.46%.
  • Konsumsi pangan hewani merupakan factor resiko terhadap mahasiswi TPB-IPB. Alasannya, yaitu nilai OR (3,07) memiliki nilai signifikan terhadap α = 0.05 dan memenuhi persyaratan (a,b,c).


Jangan Lupa comment untuk Makara ya,,,Qt berbagi iLmu bersama saling bersilaturahmi...^^

0 komentar:

Post a Comment