Dadih Mencegah Kanker Usus

Satu lagi kekayaan kuliner Indonesia yang wajib kita syukuri. Kecerdasan nenek moyang kita mencetuskan aneka kuliner nusantara ternyata sangat inovatif. Bahkan hingga abad millenium kita sekarang ini. Well, sudahkah para netter dan blogger berkenalan dengan dadih?
Ya, dadih adalah susu fermentasi tradisional yang berasal dari Sumatera Barat. Biasanya, dadih dibuat dari susu kerbau segar yang sudah disaring, kemudian dimasukkan ke dalam tabung bambu yang sudah dibersihkan. Ruas bambu ditutup menggunakan daun pisang yang direkatkan dengan karet. Selanjutnya, diamkan selama 2 sampai 3 hari pada suhu ruang atau sekitar 25 derajat celcius. Setelah fermentasi, susu menjadi berbentuk krim padat warna putih mirip puding tahu atau gumpalan susu dengan bau khas. Rasanya agak hambar dan sedikit asam, seperti yogurt [1].
Nah, dadih ini dipercaya memiliki banyak khasiat seperti menyembuhkan sakit paru-paru, asma, mencegah kanker dan osteoporosis, untuk kekebalan tubuh, dll. Lantas bagaimana kajian ilmiahnya? Let`s check this out! \(^o^)/

Kajian ilmiah saat ini, mengungkapkan bahwa dadih memiliki banyak khasiat diantaranya menurunkan kadar kolesterol, mencegah kanker usus, mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis), dan meningkatkan daya tubuh. Mengapa? Karena dadih memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Yaitu, kadar air (84,45%), Protein (5,93%), lemak (5,42%), dan karbohidrat (3,34%) dengan pH (tingkat keasaman) sekitar 3,4. Perlu diketahui pula bahwa protein yang terkandung di dalam dadih merupakan protein lengkap yang mengandung hampir semua jenis asam amino esensial [2]. Diantaranya, asam amino lisin, nisin (yang bisa berperan sebagai antikanke), dan lain-lain [1]. Bukan hanya itu saja, dadih juga mengandung kalsium dalam jumlah yang relatif tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi serta mencegah osteoporosis. Dadih juga mengandung vitamin B kompleks, vitamin A, dan vitamin K yang sangat baik untuk kesehatan. Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi dadih berpotensi untuk mencegah kanker, terutama kanker usus. Hal tersebut terkait dengan kandungan BAL (bakteri asam laktat) dalam dadih yang mempunyai kemampuan menurunkan dan menghambat terjadinya mutagen atau karsinogen dalam konsumsi makanan sehari-hari. Mekanisme kerja BAL yaitu melibatkan adanya ikatan antara mutagen dan peptidoglikan yang terdapat pada dinding sel BAL dadih. Mutagen yang terikat oleh BAL dadih akan dibuang melalui feses dan air seni [2].
Penelitian lain yang dilakukan oleh Tim Balai Pengkajian BPPT (Badan, Pengkajian, dan Penerapan Teknologi) menunjukkan bahwa BAL yang terdapat di dadih baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini telah dilakukan kepada manusia yang sebelumnya dilakukan secara in vitro di tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strain lokal Indonesia lebih bisa beradaptasi pada tubuh, dan tidak mahal serta mampu menekan bakteri jahat yang tidak diinginkan [1].
Secara tradisional, dadih biasa dimakan dengan ampiang (beras tradisional) dan gula jawa. Atau bisa juga dipadukan dengan buah-buahan seperti strawberry, kelapa, jeruk, anggur, atau bisa dikreasikan dengan menambahkan vanila, cokelat, dan agar-agar. Tergantung kreativitas kita saja cara mengonsumsinya. Ssst...di Jepang, telah dipasarkan yogurt dengan merek Dadihi, yang telah ditambahkan satu jenis bakteri laktat yang berasal dari dadih. Bakteri itu telah diteliti selama 15 tahun dan teruji bersifat probiotik. Nah lho, negara tetangga yang jauh di sana saja sudah sangat peduli dengan warisan kuliner kita. Bagaimana dengan kita sebagai cucu moyangnya?

Daftar pustaka:
[1] Pangkalan Ide. 2008. Health secret of kefir (menguak keajaiban susu asam untuk penyembuhan berbagai penyakit). Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
[2] Dr. Ir. Muhammad Ahkam subroto, M.App.Sc. 2008. Real food true food (makanan sehat untuk hidup lebih sehat). Jakarta: AgroMedia Pustaka.
Jangan Lupa comment untuk Makara ya,,,Qt berbagi iLmu bersama saling bersilaturahmi...^^

2 comments: