Komunitas ASEAN 2015 yang Bebas-Aktif


Empat puluh empat tahun sudah ASEAN berdiri sejak lahirnya pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Program demi program, kerja sama demi kerja sama, telah dilakukan dengan apik demi terciptanya kestabilan kondisi politik, pertahanan, ekonomi, dan sosial budaya regional Asia Tenggara. Dan, kini dirasa perlu untuk terbentuknya Komunitas ASEAN 2015. Penggagasan terbentuknya Komunitas ASEAN 2015 ini bukan semata-mata instan dan mengikuti trending topic maraknya pembentukan berbagai komunitas dari berbagai organisasi atau kelompok. Akan tetapi, menurut pengertian Komunitas ASEAN pada ASEAN Community di website resmi organisasi ASEAN, terbentuknya Komunitas ASEAN 2015, sudah terencana dengan matang sejak ASEAN Leaders on The 30th Anniversary of ASEAN dimana Komunitas ASEAN merupakan Visi ASEAN 2020 yaitu kesepakatan tentang visi bersama ASEAN untuk saling bekerja sama antar Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, berwawasan luas, hidup dalam perdamaian, stabilitas dan kemakmuran, terikat bersama-sama dalam kemitraan dalam pembangunan yang dinamis dan dalam komunitas masyarakat yang saling peduli. Kemudian, pada ASEAN Summit ke-9 tahun 2003, ditegaskan bahwa Komunitas ASEAN harus direalisasikan. Mengingat pentingnya Komunitas ASEAN, maka pada ASEAN Summit ke-12 pada bulan Januari 2007, terdapat kesepakatan bersama bahwa Komunitas ASEAN sebaiknya dipercepat pada tahun 2015. Komunitas ASEAN 2015 resmi disepakati pada Deklarasi Cebu tanggal 13 Januari 2007 di Cebu, Filipina
Dalam Deklarasi Cebu dinyatakan bahwa:
1. Kesepakatan bersama untuk percepatan Komunitas ASEAN 2015 (yang sebelumnya 2020) dengan Tiga Pilar yang diusung yaitu Komunitas Politik Keamanan ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN, dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN. 

2. Mempercepat implementasi penuh dari bidang program Komunitas ASEAN , langkah-langkah dan prinsip –prinsip, dengan flesibilitas yang sesuai. 
3. Tekad untuk menjadi lebih kuat, lebih menyatu dan terikat satu sama lain antar anggota ASEAN agar dapat mengelola tantangan yang ditimbulkan oleh arsitektur regional yang berkembang dan iklim ekonomi, serta
4.   Berkomitmen untuk lebih memperluas keterlibatan dengan Mitra Dialog dan pihak lainnya, dan percaya bahwa interaksi ini akan membantu ASEAN dalam upaya integrasi untuk mencapai Komunitas ASEAN pada 2015.

Selebihnya, Deklarasi Cebu dapat disimak pada  Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015 serta Roadmap for and ASEAN Community 2009-2015 untuk mengetahui blueprint dari Tiga Pilar Komunitas ASEAN 2015.

Komunitas, dalam sudut pandang sosiologi, Syahyuti (2005) menyatakan bahwa kata community berasal dari Bahasa Latin “munus” yang bermakna the gift (memberi), cum, dan together (kebersamaan) antara satu sama lain. Dapat diartikan, komunitas adalah sekelompok orang yang saling berbagi dan saling mendukung satu sama lain. Syarat pokok agar mereka dapat saling berbagi adalah adanya interaksi sosial sehari-hari yang intensif. Secara umum, komunitas adalah sekelompok orang yang hidup bersama sehingga berkembang menjadi sebuah kelompok hidup yang diikat oleh kesamaan kepentingan. Oleh karenanya, tantangan terbesar pada Komunitas ASEAN ini adalah meleburkan ego masing-masing anggota ASEAN demi mencapai kepentingan bersama dimana telah disepakati dalam Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015 serta Roadmap for and ASEAN Community 2009-2015.
Tantangan besar ini sekaligus menjadi harapan terbesar bagi saya sebagai salah satu bagian dari anggota ASEAN (yaitu warga negara Republik Indonesia) bahwasanya Komunitas ASEAN 2015 tidak akan didominasi oleh salah satu atau beberapa kelompok negara dari sepuluh negara anggota ASEAN. Apalagi, sampai terdapat hak veto atau kesenjangan hak antar anggota ASEAN. Tugas Komunitas ASEAN 2015 inilah melebur ego dan menyatukan kepentingan demi kesejahteraan bersama, baik bidang politik-keamanan, ekonomi, maupun sosial-budaya seperti yang telah diusung pada Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015 serta Roadmap for and ASEAN Community 2009-2015.
Mengingat pentingnya keberhasilan pembentukan Komunitas ASEAN 2015, maka Djauhari Oratmangun, Hazairin Pohan, Aris Heru Utomo, Iman Brotoseno, Amril Taufik Gobel, Eko Eshape, Blontak Poer, Gempur, Kuku TW, Mubarika, Farid, … dan lain-lain, berinisitif untuk membentuk Komunitas Blogger ASEAN-Indonesia. Diharapkan bahwa Komunitas Blogger-ASEAN-Indonesia ini mampu menarik perhatian masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan Komunitas ASEAN 2015, tak terkecuali para blogger dan netter. Demi kuatnya Komunitas Blogger ASEAN-Indonesia, maka pada tanggal 10 Mei 2011 para blogger Indonesia dengan disaksikan oleh Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Djauhari Oratmangun membuat Deklarasi Pembentukan Komunitas Blogger ASEAN-Indonesia (ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia) yang berisikan:
Pertama, membantu upaya-upaya memperkuat integrasi ASEAN yang bersifat kerakyatan (people centred) dan mendorong interaksi ASEAN dengan masyarakatnya yang lebih mendekatkan mereka satu sama lain.
Kedua, memberikan masukan bagi berbagai kebijakan dan kerjasama pilar-pilar ASEAN bagi peningkatan kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat.
Ketiga, menjembatani komunikasi di antara blogger dan partisipasi public di antara rakyat di negara-negara ASEAN melalui blog dan sosial media serta kegiatan offline.
Keempat, menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mendorong pelibatan blogger dan masyarakat agar memiliki rasa kepemilikan dan keinginan yang kuat untuk berpartisipasi dalam kerangka kerjasama ASEAN.
Kelima, membentuk sebuah wadah bagi para blogger untuk menampung dan menyampaikan aspirasi serta -melaksanakan berbagai kegiatan terkait ASEAN yang kami beri nama Komunitas Blogger ASEAN-Indonesia atau ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia dengan alamat blog http://aseanblogger.com. Keanggotaan Komunitas bersifat inklusif, mewakili Komunitas ataupun pribadi.

ASEAN Blogger
 Seperti tujuan dan deklarasi terbentuknya Komunitas Blogger ASEAN-Indonesia, maka peran serta para blogger dan netter adalah berpartisipasi aktif dalam pembangunan Komunitas ASEAN 2015 baik sebagai penulis berita, relawan, maupun pengawas berjalannya pembentukan Komunitas ASEAN 2015. Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwasanya tantangan terbesar Komunitas ASEAN 2015 adalah melebur ego masing-masing negara anggota ASEAN agar kepentingan pribadi, golongan, atau sekelompok negara tidak mendominasi kepentingan bersama Komunitas ASEAN 2015. Oleh karena itu, sikap netral dari masing-masing negara anggota ASEAN sangat diperlukan (termasuk kita warga negaranya – para netter dan blogger ASEAN BLOGGER). Seperti yang telah diusung oleh Bapak Negara kita Mohammad Hatta bahwasanya politik luar negeri (negara anggota ASEAN-red) haruslah bernafaskan Politik Bebas Aktif, yang disini berarti bahwa kepentingan Komunitas ASEAN 2015 tidak boleh hanya condong pada satu negara, akan tetapi juga kepentingan seluruh negara anggota ASEAN. Nah, disinilah peran kita sebagai anggota Komunitas Blogger ASEAN-Indonesia.
Walaupun ASEAN Blogger masih dideklarasikan di Indonesia, namun bukan berarti bahwa Blog Komunitas ASEAN Blogger ini hanya mengusung kepentingan Indonesia sebagai anggota ASEAN sekaligus Ketua ASEAN. Akan tetapi, sebagai jembatan bagi ke-10 negara anggota ASEAN untuk memperkuat persatuan dan kesatuan demi kelancaran pembangunan Komunitas ASEAN 2015 yang Bebas-Aktif. Secara mendalam, saya akan menguraikan peran serta yang nyata dari Komunitas ASEAN Blogger dalam menunjang keberhasilan Komunitas ASEAN 2015. Hal ini sesuai dengan penjabaran profil ASEAN Blogger Community blog oleh Aris Heru Utomo. Yaitu, blog ini didedikasikan untuk para blogger dan onliner (netter) dari negara anggota ASEAN ataupun non-ASEAN yang memiliki ketertarikan dan kepedulian terhadap ASEAN.
Pertama, sebagai penyambung lidah penyampaian program-program ASEAN kepada masyarakat. Seperti yang telah disebutkan pada Deklarasi Pembentukan Komunitas Blogger ASEAN-Indonesia pokok pertama bahwa integrasi ASEAN bersifat kerakyatan yang saya artikan sebagai upaya kita untuk menyebarluaskan seluruh program-program ASEAN kepada warga negaranya dengan bahasa yang dimengerti. Sehingga, masyarakat atau warga negara anggota ASEAN tidak merasa asing dengan organisasi yang katanya sebagai pengayom bagi rakyat wilayah Asia Tenggara.
Kedua, sebagai penyambung lidah masukan-masukan, keluhan-keluhan, serta aspirasi masyarakat kepada pengurus ASEAN. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa tidak semua warga negara di seluruh ASEAN sudah melek huruf. Juga, belum semua warga negara akrab dengan internet, baik karena segi waktu maupun ketidakmampuan akses secara skill maupun dana. Oleh karenanya, seperti para kuli tinta yang selalu haus akan berita, para anggota Komunitas ASEAN Blogger sebaiknya turut andil dalam penyampaian aspirasi masyarakat (khususnya bagi masyarakat yang tidak berkemampuan akses internet). Ingat, kita sebagai blogger dan netter juga harus menerapkan prinsip Bebas-Aktif, artinya berita yang kita tulis tidak hanya untuk kepentingan pribadi kita atau kelompok tertentu, tetapi kepentingan masyarakat banyak.

Ketiga, sebagai pengawas dalam pembangunan Komunitas ASEAN 2015. Komunitas ASEAN Blogger dapat digunakan sebagai tolok ukur seberapa besar Prinsip Bebas-Aktif yang diterapkan melalui berita-berita yang ditulis. Apakah didominasi oleh negara tertentu atau tidak. Selain itu, juga mengawasi apakah sosialisasi program-program ASEAN telah terlaksana dengan baik.
Semoga Komunitas Blogger ASEAN-Indonesia ini dapat menjadi inspirator dan motivator bagi blogger dan netter (khususnya negara anggota ASEAN) untuk berpartisipasi dalam upaya mendukung pembentukan Komunitas ASEAN 2015 demi mencapai kestabilan politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya yang lebih baik. Komunitas yang dimulai dengan hubungan yang sehat, akan menghasilkan hubungan yang lebih baik. Amin.


Jangan Lupa comment untuk Makara ya,,,Qt berbagi iLmu bersama saling bersilaturahmi...^^

6 comments:

  1. Mantap tulisannya... :)

    Hmm...blogger emang udah netral dari dulu, kecuali emang blogger itu dimanfaatkan oleh oknum ga bertanggung jawab.
    Makanya, blogger bisa menjadi senjata untuk mengembangkan komunitas, terlebih komunitas ASEAN 2015.

    ReplyDelete
  2. O'iya, ini tulisanku: http://0sprey.wordpress.com/2011/09/07/laskar-blogger-sebagai-pendorong-dan-pengawal-komunitas-asean-2015/

    ReplyDelete
  3. Hahaha... iya sindhu.
    Pas aku posting tulisan ini di Facebook, banyak banget pro dan kontranya. Tapi, justru menjadi masukan yang baik ya. hehehe
    karena setiap organisasi pasti butuh itu untuk senantiasa mengevaluasi diri ^.^

    ReplyDelete
  4. tulisannya bagus.. :)
    jadi pengen ikut bergabung bersama Asean Blogger..
    dari hal spt ini semoga tidak ada lagi perang kata2 bersama saudara serumpun. hehe.. terutama semoga visi, misi serta tujuan dari adanya Asean Blogger dapat terwujud dan bermanfaat untuk kehidupan nyata khususnya u/ region Asean :)

    ReplyDelete
  5. terima kasih Irma, udah mampir, dan meninggalkan jejak ^^
    Yuk, Irma bisa langsung ke http://aseanblogger.com/ untuk tau lebih lanjut tentang komunitas ini... ^^

    ReplyDelete
  6. Jalan bagus tidaknya mimpi itu nantk tegantung bagaimana mereka memfasilitasi mimpi masing-masing :-)

    ReplyDelete