Menghalau Diabetes dengan Susu Unta

Konsumsi susu pasti sudah biasa bagi para blogger dan netter ya? Emm,, yang familiar dikonsumsi biasanya adalah susu sapi. Akhir-akhir ini marak susu kambing. Nah, yang unik lagi, seorang teman bercerita kepada saya bahwa salah satu jenis susu favoritnya adalah susu unta. Hmm, tidak sulit baginya untuk mendapatkan susu unta, karena koleganya ada yang sedang bekerja di Saudi. Penasaran dengan ceritanya, saya pun mulai berinternet ria. Meluncur ke dunia maya yang sarat akan informasi. Eh, ternyata, eh ternyata, susu unta memiliki khasiat yang tak kalah pentingnya lho! Yup! Bisa membantu mengendalikan diabetes. Hmm.. how come? Let`s check this out (^o^)
Menurut Pasya (2004), susunan susu unta berbeda-beda berdasarkan keturunan, jenis makanan yang dikonsumsi, jenis dan kuantitas air yang diminum, perbedaan musim, suhu udara, lingkungan, umur, waktu memerah, jumlah anak dan kemampuan bawaan yang dipunyai oleh unta tertentu. Secara umum, susu unta berwarna putih kemerah-merahan dan rasanya pedas manis. Terkadang  juga asin atau serasa dengan air. Ya, semua tergantung susunan susunya.

Susu unta biasa dikonsumsi langsung tanpa diolah terlebih dahulu. Hmm..jadi penasaran ya bagaimana rasanya. Katanya sih, enak, agak masam. Ya, pH-nya 6.5-6.7 sama seperti pH susu kambing. Unta juga menghasilkan kolostrum yang baik bagi kesehatan. Kolostrum unta mengandung protein yang sangat tinggi. Seperti yang kita ketahui bahwa kolostrum mengandung antibodi yang baik bagi tubuh.


Range (%)
Lemak
0.1 – 0.4
Protein
15.79 – 19.52
Laktosa
3.98 – 5.13
Abu
1.44 – 2.80


Kandungan air susu unta bervariasi, antara 84-90% tergantung dengan jumlah air yang dikonsumsi oleh unta. Jumlah air yang bervariasi menyebabkan kandungan zat gizi lain pun ikut bervariasi.

Country
Fat %
SNF *%
Protein
Lactose %
Ash %
Density %
Water %
Reference
General
5.38
7.01
3.01
3.36
0.7


Barthe, 1905

2.9

3.7
5.8
0.6


Leese, 1927

3.07
10.36
4.0
5.6
0.8

86.5
Davies, 1939

2.87

3.9
5.4



Davies, 1939

3.02
9.31
3.5
5.2
0.7


Lampert, 1947
USSR:








Dromedary
4.47
9.15
3.5
5.0
0.7
1.1
86.38
Kheraskov, 1953
Bactrian
5.39
9.59
3.8
5.2
0.7
1.03
85.02
Kheraskov, 1961a+b

4.3
8.2
-
2.8
0.9


Grigor' yants, 1950
Pakistan
2.9
10.1
3.7
5.8
0.7


Yasin & Wahid, 1957

4.2
8.7
3.7
4.1
0.8


Kon & Cowsie, 1961
India
3.78
9.59
4.0
4.9
0.95
1.03–1.04

Ohri & Joshi, 1961

3.08
9.92
3.8
5.4
0.7
1.04

Khan & Appora, 1964

2.9
10.1
3.9
5.4
0.8

87.6
Harbars Singh, 1962

4.1

2.0
4.7
0.7

88.5
Harbars Singh, 1962
Egypt
3.8
8.2
3.5
3.9
0.8
1.03
87.9
El-Bahay, 1962

3.0
9.92
3.9
5.5
.8


Davis, 1963
Ethiopia
5.5
8.9
4.5
3.4
0.9

85.6
Knoess, 1976
Israel:








plentiful-drinking water
4.3
14.3
4.6
4.6
0.6
1.01
85.7
Yagil & Etzion, 1980
scarce-drinking water
1.1
8.8
2.5
2.9
0.35
0.96
91.2
Yagil & Etzion, 1980

*Non-Fat Solids

Rata-rata kandungan lemaknya adalah 2.6-5.5%. Dibandingkan dengan susu sapi, kerbau, dan kambing, susu unta memiliki asam lemak rantai pendek yang lebih sedikit. Akan tetapi asam lemak rantai panjang yang sama dapat ditemukan. Susu unta mengandung asam volatil dalam konsentrasi tinggi, terutama asalam linoleat dan asam tak jenuh yang merupakan gizi esensial untuk manusia.

Butyric acid
2.1
Caproic acid
0.9
Caprylic acid
0.6
Capric acid
1.4
Lauric acid
4.6
Myristic acid
7.3
Palmitic acid
29.3
Stearic acid
11.1
Oleic acid
38.9
Linoleic acid
3.8


Kandungan protein susu unta berkisar antara 2 - 5.5%. Total proteinnya hampir sama dengan susu sapi akan tetapi kandungan metionin, valine, fenilalanin, arginin, dan leusin lebih besar dibandingkan dengan susu sapi. Kandungan nitrogennya mencapai 15.6 g/100g. Kandungan asam aminonya dalam persen yaitu alanine 3.05; arginine 3.15; asparagine 7.65; glycine 1.57; glutamine 23.4; histidine 2.5; isoleucine 6.4; leucine 10.4; lysine 7.6; methionine 3.5; phenylalanine 5.7; proline 13.3; serine 5.9; threonine 6.9; tyrosine 5.8; valine 7.4; ammonia 1.72. 
Kadar laktosa pun bervariasi antara 2.8-5.8%. Kadar laktosa inilah yang menyebabkan variasi rasa pada susu unta, kadang manis, kadang pahit. Kadar mineral pada susu unta ditunjukkan oleh kadar abu pada tabel kedua. Susu unta kaya akan kandungan klorida juga sodiumnya yang menyebabkan rasanya gurih. Susu unta juga kaya akan kandungan vitamin C yaitu berkisar antara 5.7 - 9.8 mg/100g. Kandungan vitamin C ini tiga kali lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Kandungan vitamin lainnya yang tidak kalah penting adalah vitamin B12 (2.3-3.9ug/L), B1, B2, karoten (0.16-0.46 mg/kg), vitamin A (0.037mg/100g sampai 1.264 mg/L.

Susu Unta Mencegah Diabetes
Daniel H. Rasolt (2009) menyatakan bahwa berdasarkan peneliti di Bikaner, India, susu unta mengandung kadar insulin yang cukup untuk membantu mencegah dan mengobati diabetes. Baik Diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2. Susu unta mengandung 52 unit insulin per liter, yaitu lebih dari 60% dari rata-rata kebutuhan insulin eksternal untuk penderita diabetes tipe 1. Penelitian lebih lanjut pada komunitas Raica menunjukkan bahwa konsumsi susu unta dapat menurunkan secara signifikan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 1 dan 2.  Penelitian ini dilakukan selama 2 tahun pengamatan. Selain itu, susu unta juga rendah kolesterol dan tinggi akan mineral alami dibandingkan susu sapi. Penelitian lain menunjukkan susu unta dapat mencegah tuberculosis (TBC).

Daftar Pustaka:
Dimensi Sains Al-Qur`an (Menggali Kandungan Ilmu Pengetahuan dari Al-Qur`an) oleh Prof. Dr. Ahmad Fuad Pasya, tahun 2004, Penerbit Tiga Serangkai
Camels and Camel Milk http://www.fao.org/DOCREP/003/X6528E/X6528E00.HTM
Camel Milk Helps Prevent Diabetes : http://www.defeatdiabetes.org/news/view.asp?id=52136

Jangan Lupa comment untuk Makara ya,,,Qt berbagi iLmu bersama saling bersilaturahmi...^^

6 comments:

  1. Bagus artikelnya, memberikan informasi.
    Menanggapi masalah DM, yang saya pelajari di fakultas, kalau Diabetes Mellitus tipe 1 (IDDM) tu biasanya herediter (turunan), dan DM-nya tergantung insulin....
    jadi memang selama hidupnya, harus disupply insulin dari luar....
    share aja.... artikel ttg "Pola hidup sehat, hindari DM" bagus tuh....

    ReplyDelete
  2. yup! benar banget.
    Pola Hidup Sehat, bisa menghindari DM tipe 2..
    ayo, kita jaga kesehatan...
    Kesehatan memang bukan segalanya, tapi, tanpa kesehatan, kita tidak bisa melakukan segalanya...

    ReplyDelete
  3. After your safety razor skin and its reactions.
    Most men and women like to shave even while they travel, and
    many RVers end up relying on disposable razors
    and drugstore shaving cream.

    Also visit my web site :: Philips Norelco SensoTouch 3D

    ReplyDelete
  4. You should start shaving () at the ankle and move upwards
    against the growth. Not only will using a pre-shave oil helpwith the stiff hairs it
    can also help with wear and tear of your razor blades.
    A razor blade is your shave brush choice. Kuhn, testifying for the prosecution in this trial,
    said the $1, 000 from a man who smells and feels good. Never share razors, unless
    you want to remove unwanted hairs. Often your trainer
    shave brush is responsible for during the show.

    ReplyDelete
  5. You could certainly see your expertise within the work you write.
    The world hopes for even more passionate writers such as you who are
    not afraid to mention how they believe. All the time
    follow your heart.

    Here is my website: Field Service management

    ReplyDelete
  6. You should take part in a contest for one of the most useful
    sites on the net. I most certainly will recommend this blog!


    My webpage: Field service Management

    ReplyDelete