Tajin Pengganti Susu?

Air tajin sudah tidak asing lagi di telinga para penanak nasi secara tradisional. Bagaimana dengan para netter dan blogger? Mungkin ada beberapa dari kalian tidak tahu apa itu air tajin. Pada sebagian masyarakat, ada kebiasaan memberikan air tajin sebagai pengganti susu. Macam-macam alasannya, misalnya harga susu yang mahal. Yup! Warnanya yang putih mirip dengan susu sehingga banyak masyarakat menganggapnya sebagai susu. Bahasa kerennya milk rice. Lantas, benarkah tajin bisa menggantikan susu? Ternyata untuk beberapa kasus tertentu memang bisa lho. Salah satunya bagi bayi yang alergi terhadap susu karena kandungan laktosanya (lactose intolerance) atau alergi protein susu sapi. Air tajin tidak mengandung laktosa maupun protein sapi yang menyebabkan seorang anak alergi. Oleh karenanya, air tajin bisa menjadi salah satu alternatif pemberian asupan bagi anak-anak.

Air tajin adalah cairan putih kenyal yang dihasilkan beras yang ditanak. Air tajin mengandung karbohidrat juga vitamin B1 (Tiamin) yang cukup tinggi. Sebagaimana kita mengetahui bahwa beras merupakan sumber karbohidrat juga kaya akan vitamin B1.

Kandungan gizi yang terkandung didalamnya secara umum adalah sebagai berikut [1]:

Komponen
Jumlah
Energi (Kal)
43,20
Air (g)
91,21
Protein (g)
0,66
Lemak (g)
1,92
Karbohidrat (g)
5,82
Abu (g)
0,38
Vitamin B1 (mg)
0,0046
Fe (mg)
0,086



Dari paparan di atas, diketahui bahwa kandungan air tajin tidak sama dengan susu. Terutama kandungan kalsium-nya yang penting bagi usia pertumbuhan. Oleh karena itu, air tajin tidak bisa menggantikan sepenuhnya khasiat susu. Namun, bisa menjadi salah satu alternatif pangan. Oleh masyarakat, air tajin seringkali dimanfaatkan untuk mengatasi diare. Hal ini dilakukan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Air tajin merupakan makanan yang mudah dicerna dan mengandung glukosa cukup tinggi sehingga mempermudah penyerapan elektrolit. Selain itu, kandungan polisakarida dalam tajin juga dapat memperbaiki tekstur feses [2].

Apakah para netter dan blogger ingin mencoba minum air tajin? Pembuatan air tajin ini cukup mudah, yaitu [3]:
Cara Tradisional:
- 3 liter air ditambahkan 100 gram atau 6 sendok makan (munjung) beras.
- Masak selama 45-60 menit.
- setelah masak, tambahkan 5 gram garam.

Mudah bukan? Selamat mencoba....

Sumber Pustaka:
[1] Maria Ika Rosita. 2000. Mempelajari pengaruh pemberian zat penstabil terhadap daya simpan formula minuman campuran air tajin dan susu kedelai. Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
[2] Faisal Anwar dan Ali Khomsan. 2009. Makan Tepat Badan Sehat. Jakarta: PT Mizan Publika.
[3] Dra. Suryanah. 1996. Keperawatan anak untuk siswa SPK. Jakarta: EGC.

8 comments:

  1. betul sekali ASAZ, protein di air tajin sangat rendah. Jadi, konsumsinya sebaiknya dipadukan dengan bahan pangan yang lain ^.^

    ReplyDelete
  2. wah lebih enak lagi kalo tersedia dalam bentuk kemasan.. Full krim. atau berbagai pilihan rasa . hihihi just kid. Tapi menarik juga, jika resep diatas dipraktekan, kira kira dapat berapa liter tajin ya?

    ReplyDelete
  3. hahaha...
    ada ga ya? bisa jadi peluang bisnis tuh...hehehe
    aku baca sih, 3 liter itu jadinya bisa 2 liter..
    tapi, pastinya belum tahu..
    hehehe

    ReplyDelete
  4. air tajin+susu bayi, mungkin lebih baik

    ReplyDelete
  5. Kira2 di air tajin itu yg sudah dimasak msh adakah kandungan obt2tan pertanian semisal pestisida,kl misalkan ada kan lbh berbahaya tuh gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cari beras yang organik mas :)
      Tapi harga pun cenderung lebih mahal.

      Hampir semua makanan kita sudah tercemar pestisida. Sekalipun buah dan sayur harus hati-hati :D
      Cuci dengan sabun foodgrade, kemudian bilas di air mengalir bisa dilakukan untuk buah dan sayur.

      Delete