Diet yang Tepat Saat Puasa


"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kau dustakan?" ayat-ayat cinta yang diulang-ulang dalam Q.S. Ar-Rahman (55) pada ayat 13 hingga 77. Betapa Allah telah menciptakan suatu sistem yang indah bagi kehidupan kita. Salah satunya adalah perintah untuk berpuasa. Bulan Ramadhan memang telah usai sobat, tapi esensi darinya tidak akan pernah hilang. Bulan Ramadhan adalah bengkel kehidupan untuk memperbaiki yang lampau dan memberikan bekal kehidupan yang akan datang. Bagi umat muslim, puasa tidak hanya dilakukan pada saat Ramadhan, akan tetapi juga puasa sunah lain seperti puasa senin-kamis, puasa nabi daud, puasa syawal, puasa 10 hari pertama bulan dzulhijjah, puasa tarwiyah (8 dzulhijjah), puasa Arafah (9 Dzulhijjah), puasa 9 muharram, puasa 10 muharram, dan puasa tanggal 13, 14, 15 bulan hijriyah, dan puasa di bulan sya`ban. Lantas apa manfaatnya berpuasa? Sobat, Allah tidak akan menyuruh umat-Nya melakukan perbuatan yang sia-sia. Banyak manfaat yang kita dapatkan jika kita melaksanakan puasa. Baik itu untuk kesehatan jasmani maupun rohani.
Manfaat puasa salah satunya adalah memberikan waktu istirahat bagi tubuh. Ibarat sebuah mesin yang memerlukan waktu untuk pendinginan, maka organ-organ di dalam tubuh pun membutuhkan waktu istirahat sejenak.

1. Pemeliharaan tubuh dari sisa-sisa dan kelebihan zat tubuh dan sel

Dalam keadaan puasa tubuh akan menggunakan zat-zat makanan yang tersimpan. Sekiranya zat makanan tersebut habis, maka mulailah tubuh menggunakan atau mengoksidasi jaringan-jaringan tertentu. Bagian tubuh yang paling pertama digunakan adalah bagian yang terlemah atau sakit, seperti jaringan yang mengalami peradangan, penanahan atau jaringan tua. Karena proses ini jaringan tersebut selanjutnya dikeluarkan tubuh. Puasa dalam hal ini bertindak sebagai ‘operasi’ pembuangan sel-sel rusak dan  selanjutnya memberi kesempatan kepada tubuh untuk melakukan peremajaan dengan sel-sel baru.
2. Melindungi manusia dari penyakit gula

Pada waktu puasa kadar gula darah akan turun. Hal ini menyebabkan kelenjar pankreas berkesempatan untuk istirahat. Kita mengetahui fungsi kelenjar ini adalah untuk menghasilkan hormon insulin. Hormon ini berfungsi mengatur kadar gula dalam darah, merubah kelebihan gula menjadi glikogen yang disimpan sebagai cadangan di otot dan hati.


3. Menyehatkan sistem pencernaan

Sewaktu berpuasa lambung dan sistem pencernaan lainnya akan beristirahat lebih kurang 12 sampai 14
jam. Jangka waktu ini cukup mengurangi beban kerja lambung dari
makanan yang bertumpuk dan berlebihan.
4. Mengurangi berat badan berlebih
Puasa dapat menghilangkan lemak dan kegemukan. Hal ini dikarenakan, tubuh akan menggunakan cadangan lemak di dalam tubuh sebagai sumber energi ketika tidak ada asupan yang masuk.
Subhanallah sekali perintah-Nya yang satu ini. Lantas adakah alasan lain untuk tidak menjalankan perintahnya? Mungkin banyak alasan bahwa jikalau puasa akan menurunkan produktivitas kerja. Eits, siapa bilang? Bisa jadi mungkin hal itu terjadi karena pola konsumsi yang kurang tepat oleh kita. Nah, yuk kita cek bagaimana pola makan dan aktivitas yang baik pada saat berpuasa. 
TIPS PADA SAAT BERPUASA
1. Siapkan Mind Set (Pola Pikir) bahwa puasa ini adalah sesuatu yang baik (ibadah)
Tanamkan pikiran yang positif bahwa puasa tidak akan menurunkan produktivitas kerja, maka tubuh akan merespon dengan baik dan tahan terhadap puasa itu. Seperti pepatah yang sering kita dengar You are What You Think.
2. Terapkan Pola Makan Seimbang
Makanlah secara teratur untuk buka puasa dan sahur dengan menu seimbang. Maksudnya adalah makanan yang terdiri dari karbohidrat 50-60%, protein 10-20%, lemak 20-25%, cukup vitamin dan mineral dari sayur dan buah. Selain itu, cukup serat dari sayuran untuk memperlancar buang air besar. Cukup cairan, dengan minum kurang lebih 7-8 gelas sehari. Terdiri dari 3 gelas waktu sahur dan 5 gelas dari buka sampai sebelum tidur. Pembagian makan adalah 50% untuk berbuka, 10% setelah sholat tarawih, 40% pada waktu sahur.
Menu yang dipilih yaitu pada waktu buka, terdiri dari makanan pembuka berupa minuman manis atau makanan manis, seperti kolak pisang, kurma atau teh manis. Makanan manis mengandung karbohidrat sederhana yang akan mudah diserap dan segera menaikkan kadar gula darah. Setelah sholat magrib makan makanan pelengkap yang terdiri dari: nasi atau pengganti nasi, ayam/ikan/daging, tahu/ tempe, sayuran dan buah. Setelah tarawih dapat makan camilan berupa roti atau buah. Makan sahur harus dipentingkan, karena sahur yang baik membuat puasa tidak terasa berat. Hidangan sahur seperti waktu buka, namun porsinya lebih kecil. Dianjurkan makan dengan kadar protein tinggi, agar meninggalkan lambung lebih lama. Selain itu pencernaan dan penyerapan juga lebih lama dibanding makanan yang kadar karbohidratnya tinggi, sehingga tidak cepat terasa lapar. Saat makan sahur dapat ditambahkan segelas susu, terutama untuk anak-anak dan remaja. Pada orang dewasa dapat minum susu tanpa lemak. Suplemen multivitamin dan mineral boleh dikonsumsi pada waktu sahur, agar meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Apabila tidak bisa makan sahur dalam bentuk nasi, nasi boleh diganti dengan roti dan isinya atau bubur havermouth, ditambah satu gelas susu. Bila tidak bisa makan nasi atau roti, bisa minum segelas susu yang berkalori seperti Ensure, Entrasol, Peptisol, Enercal Plus, Nutren Fiber dan lain-lainnya, disertai buah.

3. Jangan makan terlalu kenyang pada saat berbuka
Setelah berpuasa, pencernaan kita butuh pemanasan sebelum mencerna makanan yang terlalu berat dan banyak. Seperti halnya warming up sebelum kita melakukan senam atau olahraga agar tidak terjadi cidera. Seperti yang sudah dinyatakan di atas, bahwa pembagian makan saat berbuka adalah 50% yang sebaiknya dilakukan setelah sholat magrib. Setelah bedug dipukul dan adzan dikumandangkan, kita bisa membatalkan dengan yang manis-manis. Misalnya kurma, kolak, teh manis, kue, dan lain-lain.
4. Jangan makan makanan yang dapat mengiritasi saluran pencernaan
Kurangi pedas, terlalu berlemak, dan makanan kalengan.
5. Perbanyak mengonsumsi buah-buahan segar saat berbuka dan sahur
Hal ini penting agar kita tidak kekurangan vitamin dan mineral.
6. Perbanyak minum air putih
Air putih membantu proses detoksifikasi yang terjadi pada saat berpuasa. Selain itu, minum air putih akan melindungi terjadinya dehidrasi. Idealnya 1,5 - 2 Liter per hari yang dapat dibagi pada saat sahur dan berbuka hingga tidur malam masing-masing 3-4 gelas atau lebih.
7. Konsumsi makanan segar dan baru dimasak
Hal ini selain menjaga kandungan gizinya, juga melindungi dari kontaminasi bakteri maupun bahaya kimia yang lain.
8. Sajikan menu secara bervariasi
Selain meningkatkan nafsu makan, menu yang bervariasi dapat melengkapi kandungan gizi yang hendak dicapai. Sesuai dengan prinsip gizi, Bergizi, Beragam, dan Berimbang.
9. Jangan lupakan olahraga
saat berpuasa, jangan dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Setidaknya lakukan stretching pada saat berbuka atau sahur. Bisa juga melakukan jogging, senam, bersepeda sambil ngabuburit selama 15-30 menit.
Nah, sobat, bagaimana? Sudah terdapat tips-tips agar kita bisa berpuasa dengan baik tanpa menjadikan alasan untuk tidak melakukan produktivitas yang efektif dan efisien. Selamat mencoba ^.^

Sumber:
Peter C. Kurniali dan Nugroho Abikusno. 2007. Healthy Food for Healthy People. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

0 komentar:

Post a Comment