Fructose Corn Syrup Berbahaya

Beberapa dekade yang lalu Fructose Corn Syrup (gula fruktosa dari jagung) menjadi rajanya dari segala pengganti gula (sukralosa). Namun, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan lahirnya para peneliti yang kritis, Fructose Corn Syrup ternyata adalah pengganti gula yang jahat. Ancaman di balik fruktosa ini adalah penyakit degeneratif Diabetes Mellitus, kardiovaskular (jantung), dan Gout (Asam Urat) serta beberapa kejahatan lainnya. Oleh karena itu, perlu adanya kewaspadaan kita akan penggunaan fruktosa yang biasanya digunakan pada minuman atau makanan kemasan. Mengapa masih digunakan padahal berbahaya? Hal ini dikarenakan fruktosa sangat murah dan memiliki tingkat kemanisan yang tinggi dibandingkan dengan gula meja (sukrosa). Seperti hukum ekonomi bahwa produsen akan menekan biaya produksi untuk meningkatkan keuntungan. So, jadilah konsumen yang bijak. Jangan lupa baca label pangan yang melekat pada kemasan. Lihat pemanis apa yang digunakan. Mengapa fructose corn syrup membuat konsumen terancam diabetes mellitus? Bagaimana metabolismenya? Mengapa juga menyebabkan gout? Bagaimana metabolismenya? Let`s check this out!!!

BAHAYA FRUKTOSA
Konsumsi fruktosa sekarang ini menjadi masalah tersendiri bagi kesehatan dibandingkan dengan gula meja (sukrosa). Hal ini dikarenakan metabolisme fruktosa yang kurang bersahabat dengan kondisi tubuh. Konsumsi fruktosa yang berlebihan dipicu pula dengan janjinya memberikan 0 kalori, menyebabkan konsumen dengan bebas mengonsumsi fruktosa. Padahal, bahaya di balik janjinya itu bisa menikam konsumen setiap saat. Ibarat "Serigala Berbulu Domba" fruktosa tampil bak pahlawan bagi penderita yang harus menekan jumlah kalori seperti obesitas dan diabetes mellitus, tapi dibalik semua itu terdapat maksud terselubung. Fruktosa sangat cepat dimetabolisme di dalam hati, sehingga terdapat kekacauan dalam jalur metabolisme. Fruktosa memicu peningkatan sintesis (pembentukan) trigliserida serta penyimpanan lemak di dalam hati. Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar serum trigliserida, meningkatkan profil lipid (lemak) pada pembuluh arteri dan meningkatkan resiko kardiovaskular. Peningkatan penyimpanan lemak di dalam hati juga menyebabkan penyakit perlemakan hati non-alkohol. Metabolisme lemak yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas. Berbeda dengan kelebihan yang glukosa akan disimpan di dalam hati dalam bentuk karbohidrat yang kemudian diubah menjadi energi. Fakta lain menunjukkan bahwa fruktosa dapat meningkatkan nafsu atau selera makan sehingga menjadi pemicu peningkatan berat badan dan obesitas. Metabolisme fruktosa yang berlebihan di dalam hati juga menyebabkan peningkatan dalam pembentukan asam urat.
HUBUNGAN FRUKTOSA DENGAN RESISTENSI INSULIN DAN DIABETES
Fruktosa yang berlebihan di dalam hati mengganggu metabolisme glukosa. Metabolisme glukosa yang terganggu akan menyebabkan pula sensitifitas insulin akan glukosa menurun. Jika hal ini terus berlangsung, maka akan menyebabkan resitensi insulin (ketidakpekaan insulin terhadap glukosa) sehingga produksi insulin menurun. Produksi insulin yang menurun, menyebabkan metabolisme glukosa menjadi glikogen terganggu. Kurangnya produksi insulin sebagai hormon utama dalam metabolisme glukosa, menyebabkan glukosa berlimpah di dalam darah sehingga kadar gula darah meningkat. Alhasil, menyebabkan konsumen mengalami diebetes mellitus.




FRUKTOSA MENYEBABKAN HIPERTENSI
Fruktosa yang berlebihan berperan dalam peningkatan tekanan darah. Hal ini dikarekan fruktosa dapat menghambat enzim "endothelial nitric oxxide synthase" yang berada di dalam dinding pembuluh darah dan sangat esensial dalam memproduksi vasodilator, nitrat oksida. Vasodilator ini berfungsi untuk menjaga dinding pembuluh darah tetap rileks dan memompa darah secara lembut. Selain itu juga berfungsi untuk mencegah hipertensi, penyakit jantung koroner.
FRUKTOSA DAN GOUT (ASAM URAT)
Terdapat setidaknya empat alasan mengapa fruktosa menyebabkan asam urat.
1. Fruktosa dapat mempercepat ATP (Adenosine triphosphate) untuk memecah molekul di dalam sel menjadi purin dan asam urat (Adenosin adalah sebuah bentuk dari purine adenine)
2. Fruktosa dapat merangsang terbentuknya purin.
3. Jika fruktosa terdapat berlebih di dalam hati, maka efek sampingnya adalah pembentukan asam urat.
4. Metabolisme fruktosa menghasilkan asam laktat yang dapat menghambat ekskresi asam urat melalui ginjal.

Nah, sahabat, jadilah konsumen yang bijak dalam memilih gula untuk pemanis ya.. bacalah label pangan dengan seksama sebelum mengonsumsi pangan kemasan. ^.^


Sumber:
Dana Flavin, MS, MD, PhD. LE Magazine December 2008. Metabolic Danger of High-Fructose Corn Syrup
Best-gout-remedies.com. 2011. Does eating and drinking fructose cause gout?

3 comments:

  1. padahal dulu fruktosa jadung lebih bagus dari pada gula..
    klo misalnya pemanis dr jagung gimana tuh??

    ReplyDelete
  2. Beberapa dekade yang lalu Fructose Corn Syrup (gula fruktosa dari jagung) menjadi rajanya dari segala pengganti gula (sukralosa). Namun, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan lahirnya para peneliti yang kritis, Fructose Corn Syrup ternyata adalah pengganti gula yang jahat.

    ReplyDelete
  3. trs apakah gula dari jagung dengan merk dagang "Tropxxx" di Indonesia jg berbahaya??

    ReplyDelete