Andropause: Menopause pada Laki-laki

Jika seorang wanita mengalami menopouse sebagai konsekuensi proses penuaan, maka laki-laki juga mengalami proses ilmiah ini, yaitu Andropouse. Pada umumnya, laki-laki mengalami gejalanya setelah usia 40 sampai 45 tahun, namun akan sangat terasa setelah berusia 50 tahun. Masuknya periode andropause pada laki-laki ditandai dengan menurunnya kadar testosteron dalam tubuh. Hormon-hormon lain yang ikut berkurang adalah hormon pertumbuhan (human growth hormone), melatonin, dehidroepiandrosteron (DHEA), dan pregnenolon.
Gejala-gejala yang dirasakan adalah menurunnya libido, berkurangnya frekuensi hubungan seksual, disfungsi ereksi, menurunnya kesuburan (infertilitas), perubahan komposisi tubuh (lebih banyak lemak dibandingkan otot), berkurangnya rambut di kepala dan wajah, dan terjadinya proses pengeroposan tulang (osteoporosis). Selain itu, akan merasakan kelelakan (fatigue), cepat marah, bingung, dan depresi.
Seperti halnya pada menopouse, laki-laki yang mengalami andropouse juga harus mulai memperbaiki gaya hidup. Mereka harus menghindari rokok dan juga alkohol, serta melakukan diet yang tepat. Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan rajin berolahraga, sekurang-kurangnya tiga kali dalam seminggu. Olahraga akan menstimulasi kelenjar adrenal dan hipothalamus yang berperan dalam produksi testosteron. Salah satu diet yang dianjurkan adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C, keduanya membantu produksi hormon testosteron. Misalnya dengan mengonsumsi daging rendah lemak, daging merah, ayam, salmon, dan ikan-ikanan. Selain itu, sayuran yang bagus untuk meningkatkan hormon tersebut adalah kacang-kacangan, protein kedelai. Sekali lagi, merokok dan konsumsi alkohol akan semakin menurunkan produksi hormon testosteron.

Sumber:
Muchtadi D. 2009. Gizi Anti Penuaan Dini. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Andropouse and Diet.

0 komentar:

Post a Comment