Makanan Seringkali Menjadi Obat Terbaik

Terus terang saya sangat senang sekali dan merasa dipulihkan kepercayaan diri saya setelah saya membaca headline news di Voice of America (VOA) yang berjudul Dokter Amerika Obati Pasien dengan Beri Resep Makanan Sehat (Kamis, 26 Januari 2012). Saya merasa bahwa sebagai lulusan gizi, saya kembali diterima dan dapat berkarya lebih baik lagi di dunia kesehatan. Saya yakin pun begitu dengan teman-teman sejawat saya. Seringkali orang terlalu fokus pada pengobatan dan mengesampingkan diet (pola makan) sebagai penunjang medis. Namun, kali ini saya kembali bersemangat saat dimana Dr. Miller dapat meyakinkan pasien-pasiennya bahwa makanan seringkali menjadi obat terbaik. Bahkan jauh sebelum Masehi, Bapak Ilmu Kedokteran, Hippocrates, menyatakan "Let Your Food Be Your Medicine and Your Medicine Be Your Food." Hal inilah yang serupa dilakukan oleh Dr. Daphne Miller Dr. Miller, “Saya lalu membuka praktek sendiri dan tiba-tiba menyadari bahwa saya tidak pernah mengikuti pendidikan yang tepat untuk menangani isu-isu paling menonjol yang saya lihat sehari-hari, yaitu isu terkait dengan penyakit jantung, diabetes dan kanker, yang semuanya bisa dilacak terkait dengan nutrisi dan gaya hidup." Hal ini diakui pula oleh pasiennya Ronnie Sampson, lelaki berusia 52 tahun, didiagnosis pada tahun 2000 mengidap neurosarcoidosis, sejenis penyakit yang menyiasati sistem kekebalan tubuh supaya menyerang beberapa bagian tubuh tertentu. "Dokter saya yang dulu lebih terfokus untuk memastikan apakah obat-obat itu saya minum atau tidak, dan saya pikir pendekatan Dr. Miller yang menggabungkan obat dan gaya hidup adalah hal yang membuat kondisi kesehatan saya membaik," paparnya.
         Nutrisi merupakan unsur penting dalam mempertahankan kapasitas fungsional, pertumbuhan, dan proses penyembuhan penyakit. Serta merupakan komponen integral pada pengobatan pasien. Penelitian Wensier dkk (1985) dan Hassel dkk (1994) menunjukkan bahwa intervensi gizi dapat oleh Tim Dukungan Gizi dapat menurunkan angka kematian sebesar 23% ; lama hari rawat berkurang 11,6% ; dan kejadian rawat ulang menurun sebesar 43% (memberikan hasil yang lebih baik secara signifikan yaitu sedikit pasien yang mengalami penurunan berat badan, mortalitas (kematian) menurun, lama rawat lebih singkat, biaya perawatan lebih murah, dan kejadian rawat ulang berkurang) (1).  If medicine is seen as the base of treatment, then nutrition should be considered as the base of recovery. Oleh karenanya, senantiasalah menjaga pola makan kita, baik sebagai upaya pencegahan penyakit maupun pada masa penyembuhan. Obat saja tidak cukup, nutrisi yang baik penunjang besar dalam kesembuhan.

(1) [Depkes] Departemen Kesehatan. 2009. Pedoman Penyelenggaraan Tim Terapi Gizi di Rumah Sakit. Jakarta: Direktorat Jendral Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

0 komentar:

Post a Comment