Tepung Jalejo : Dukung Ketahanan Pangan

Akhir-akhir ini, seringkali diberitakan tentang gerakan kembali ke pangan lokal. Bahkan, Pemerintah Kota Depok menggalakan One Day No Rice (Satu Hari Tanpa Nasi). Hmm, sudah menipiskan persediaan beras di Indonesia sehingga kita harus membiasakan diri untuk mengurangi nasi dengan alih-alih ketahanan pangan? Tidak sepenuhnya benar sobat :D. Dr. Ir. Achmad Suryana, MS menyatakan bahwa pembangunan ketahanan pangan dilaksanakan untuk menjamin ketersediaan dan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang sampai ke tingkat rumah tangga di seluruh wilayah Indonesia; guna menghasilkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Nah, salah satu strategi ketahanan pangan ini adalah penganekaragaman pangan agar tidak bergantung pada satu bahan pokok saja, Sobat. Karena pada dasarnya, dalam prinsip gizi, pola makan yang baik adalah mengonsumsi makanan yang beragam, Sobat. Karena tidak ada satupun jenis makanan yang sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan gizi kita. Tidak terkecuali, Beras atau Nasi. Nah, dengan penganekaragaman ini, diharapkan Sobat semua bisa mengonsumsi karbohidrat selain nasi, seperti umbi-umbian, jagung, kentang, dan lain sebagainya. Demi kepuasan sobat, bahkan teknologi pangan pun semakin berkembang lho. Salah satunya dengan inovasi pembuatan Tepung Jalejo: Tepung Jagung, Kedelei, dan Kacang Hijau. Cara mengolahnya juga tak kalahnya dengan nasi, bisa digoreng, bisa di tim, ketupat, lontong, dibuat mie, dan yang pasti sebagai bahan dasar kue yang tak kalah akan kandungan gizinya :D
Kandungan Gizi Tepung Jalejo per 100 gram adalah:
Energi: 397 kkalori
Protein: 18,9 gram
Lemak: 6,8 gram
Kalsium: 94 mg
Zat Besi: 4,9 gram
Vitamin A: 322 SI
Vitamin B1: 0,62 mg

Dengan kandungan energi dan protein yang cukup tinggi, tepung jalejo bermanfaat untuk makanan bayi sebagai tambahan protein atau sebagai penambah gizi balita. Serta juga sebagai makanan untuk ibu hamil maupun menyusui yang dapat dikonsumsi setiap hari.

Tepung ini dibuat oleh Kelompok Wanita Tani "Buncis" Jakarta Pusat di bawah binaan Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi DKI Jakarta. Atau para netter ingin buat sendiri?
1. Siapkan bahan-bahan dnegan perbandingan sebagai berikut: Jagung : Kedelai : Kacang Hijau = 2 : 1 : 1
2. Semua bahan dibersihkan, dicuci, sampai bersih dan ditiriskan. Setelah itu bahan dijemur sampai kering.
3. Bahan disangrai dengan api kecil sampai matang (agar warna cerah)
4. Bahan digiling sampai halus sampai menjadi tepung.

Selamat mencoba sobat netter :D

Daftar Pustaka:
Soenardi T.  2008. 100 Resep Hidangan Lezat dan Sehat dari Bumi Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka.

0 komentar:

Post a Comment