Obesitas


Menurut Soerasmo et al (2001) obesitas merupakan penyakit metabolik yang disebabkan adanya disfungsi regulator neurokimia dari proses makan dan berat badan. Obesitas dapat digolongkan menjadi tiga yaitu obesitas ringan dengan kelebihan berat badan 20-40% ,obesitas sedang dengan kelebihan berat badan 41-100% , dan obesitas berat dengan kelebihan berat badan >100%.
Menurut Tapan (2002) obesitas bukan hanya tidak enak dipandang mata tetapi merupakan dilema kesehatan yang mengerikan. Obesitas secara langsung berbahaya bagi kesehatan seseorang. Obesitas meningkatkan risiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seperti (1) diabetes tipe 2; (2) hipertensi; (3) stroke; (4) serangan jantung; (5) gagal jantung; (6) kanker; (7) gout atau gout atritis; dan (8) osteoarthritis. Selain diabetes dan hipertensi, obesitas juga menyebabkan penyakit jantung. Terjadi ledakan kasus penyakit kasdiovaskular di kalangan remaja dan orang dewasa akibat peningkatan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Komplikasi metabolik hiperinsulinemia dn resistensi insuli,  toleransi glukosa terganggu/ DM; hipertensi; penyakit jantung iskemik (risiko meningkat 4x lipat jika IMT>29); penyakit serebrovaskular; hiperlipidemia. Masalah fisik      : osteoarthritis, vena varikosa, hernia (baik hernia hiatus maupun abdominal), hipoventilasi (apnea obstruktif saat tidur), komplikasi akibat operasi. Meningkatnya risiko kanker : kanker payudara, ovarium, endometrium, prostate, serviks, dan kolon (Patrick 2007).



0 komentar:

Post a Comment