Gerakan Gizi: 1000 Hari Mencerdaskan Anak Negeri

Salah satu faktor penentu kelanggengan sebuah negara adalah sumber daya manusia (SDM)-nya. Akan tetapi, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010, terdapat beberapa masalah gizi dan kesehatan masyarakat di Indonesia. Balita pendek mencapai 35,6%, kurus 13,3%, balita gizi kurang 17,9%, serta banyak usia 18 tahun ke atas mengalami kegemukan, serta meningkatnya penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes mellitus, dan stroke. Padahal, kondisi ini, jelas mempengaruhi kinerja dan produktivitas seseorang. Sehingga, jika hal ini dibiarkan, maka Indonesia akan mengalami krisis SDM yang berkualitas. Lantas, apa yang akan terjadi dengan Indonesia? Mungkin, semakin maraknya buruh di negeri sendiri.

Didasari kenyataan ini, Kementrian Kesehatan mencanangkan sebuah gerakan yang disebut Gerakan Nasional Sadar Gizi, Seribu Hari untuk Anak Negeri Menuju Manusia Indonesia Prima. Dalam tataran global, PBB, telah menginisiasi melalui gerakan Scalling UP Nutrition (SUN), dengan fokus intervensi pada gizi 1000 hari pertama kehidupan, dan terbukti kegiatan tersebut cost-effective untuk mengatasi gizi kurang.

Gerakan Nasional sadar Gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan sesungguhnya dimulai dari dalam kandungan (9 bulan 10 hari = 280 hari) sampai anak berusia 2 tahun (720 hari). Selama di dalam kandungan hingga usia 2 tahun, merupakan masa kritis dan masa emas seorang anak. Artinya, apabila terjadi kegagalan pemenuhan gizi, maka tumbuh dan kembang anak tidak akan optimal. Lalu bagaimana cara menyukseskan Gerakan 1000 Hari Mencerdaskan Anak Negeri ini?


1. Periode dalam Kandungan (280 hari)
Seorang ibu hamil harus memastikan bahwa dirinya cukup zat besi (Fe) dan vitamin A, dimana kedua zat ini berguna bagi janin di awal kehidupan. Asam folat yang cukup bahkan sebelum kehamilan untuk mengurangi resiko neural tube defect (tidak tertutupnya tempurung kepala/tulang belakang tidak sempurna).
Seorang wanita hamil juga harus mempertahankan berat badan idealnya. Terlalu kurus dapat menyebabkan berat bayi lahir rendah (BBLR), terlalu gemuk cenderung mengalami komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional, hipertensi selama kehamilan, dan bahkan operasi caesar.
Setiap ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi tablet tambah darah, asam folat, dam vitamin C untuk mencegah ibu mengalami anemia.

2. Periode 0 – 6 bulan (180 hari)
Kunci utama dalam periode ini adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif. Artinya, bayi hanya mengonsumsi ASI saja. Pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan angka kematian bayi hingga 13%. Serta dapat mencegah malnutrisi, baik gizi kurang maupun gizi lebih.
Memasuki kehamilan trisemester ke-3, sebaiknya ibu dan suami sebaiknya mencari informasi tentang menyusui, seperti manfaat menyusui, posisi, teknik yang tepat, serta cara mengatasi masalah-masalah yang mungkin muncul saat menyusui.

3. Periode 6 – 24 bulan (540 hari)
Mulai usia 6 bulan, anak mulai diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) karena sejak usia ini, ASI saja tidak mencukupi kebutuhan anak. ASI hanya memenuhi 50% dari kebutuhan anak. Bahkan hanya memenuhi sekitar 10% kebutuhan zat besi anak. Untuk usia 6-8 bulan, berikan makanan lumat 2-3 kali sehari. Pada usia 9-11 bulan, berikan makanan lembik atau cincang dengan frekuensi 3-4 kali sehari, dan usia 12-24 bulan berikan makanan keluarga dengan frekuensi 3 kali sehari dengan selingan 2 kali.

4 comments:

  1. Hhhmmm... begitu ya bu dokter :)
    Kalau bisa, penyuluhan seperti ini jangan hanya mampir lewat seminar2 gitu, coba diaplikasikan langsung ke daerah2 yg mmg terkenal krn busung lapar atau kurang gizi.... karena bahasa yg kita gunakan dengan bahasa orang awam kan juga berbeda, setidaknya mereka yg kurang mampu juga bisa mengetahui bagaimana cara yg benar untuk mencerdaskan anaknya dengan cara memperbaiki gizinya.
    Btw, info yg sangat bermanfaat :)

    ReplyDelete
  2. semoga, anak Indonesia semakin cerdas dan menyusul ketinggalan negeri ini dengan negara lain,,
    salam karimalamin.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. @muhamad: Semangat! Fighting :D

    @Rumah Blog Indonesia: Iya, nih, semoga bisa berbagi langsung dengan yang membutuhkan :)

    @karima: Aamiin.. Pasti bisa! Kita mulai dr yg terkecil yuk, kita, adek, ponakan, tetangga, dll. :D

    ReplyDelete