Cara Aman Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat

Pengalaman pribadi menyaksikan ponakan saya yang berusia 20 bulan tersedak makanan dan tidak tahu harus berbuat apa membuat saya teringat artikel VOA yang berjudul "Pakar Kesehatan: Pedoman Tindakan Perlu dalam Keadaan Darurat" yang ditayangkan pada 20 September 2012. Awalnya, saya hanya menganggap angin lalu berita tersebut, karena saya berpikir bahwa kalau ada apa-apa toh  tetangga saya dokter. Namun ternyata, kondisi ideal tersebut tidak terjadi. Tidak ada dokter ataupun seseorang yang ahli. Hingga ponakan saya muntah darah karena luka akibat makanan yang tertelan dan membuat kepanikan seisi rumah. Berangkat dari pengalaman tersebut, ada baiknya, kita belajar bagaimana memberikan pertolongan pertama pada keadaan darurat. Keadaan darurat yang seringkali membuat kita panik adalah keracunan, tersedak, dan serangan jantung. Berikut pedoman sederhana yang bisa kita lakukan:
1. Mengatasi Keracunan
- Keracunan yang biasa terjadi pada anak-anak adalah menelan cairan pembersih atau produk pembasmi serangga. Cari informasi pada wadah, cara menghentikan efek racun. Kemudian segera cari bantuan medis. Simpan wadah bahan penyebab keracunan.  Simpan muntahan dari mulut korban supaya bisa diperiksa dokter.
Penanganan darurat yang bisa diberikan kepada korban keracunan antara lain:
1. Kurangi kadar racun yang masih ada di dalam lambung dengan memberi korban minum air putih atau susu sesegera mungkin. Jangan beri jus buah atau asam cuka untuk menetralkan racun.
2. Usahakan untuk mengeluarkan racun dengan merangsang korban untuk muntah dengan wajah menghadap ke bawah dan kepala menunduk lebih rendah dari badannya agar tak tersedak.
3. Jangan memberi minuman atau berusaha memuntahkan isi perut korban bila ia dalam keadaan pingsan. Jangan berusaha memuntahkannya jika tidak tahu racun apa yang ditelan.
4. Jangan berusaha memuntahkan korban bila menelan bahan kimia seperti pembersih toilet, cairan antikarat, cairan pemutih, sabun cuci, bensin, minyak tanah, tiner serta pemantik api. Zat asam akan menyebabkan kerusakan lebih parah pada lambung atau esofagus jika dimuntahkan. Sedangkan BBM yang dimuntahkan dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia.
5. Bawa segera ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat. Bawa sampel yang diduga menjadi sumber racun.

2. Mengatasi Tersedak
Tersedak biasanya terjadi karena makanan yang kurang dikunyah dengan baik dan memasuki saluran pernapasan. Bila keadaan ini tidak segera diatasi, bisa berakibat fatal. Tersedak menyebabkan tersumbatnya saluran pernapasan di sekitar tenggorokan (laring) atau saluran pernapasan (trakea). Aliran udara menuju paru-paru pun terhambat sehingga aliran darah yang menuju otak dan organ tubuh lain terputus. Karena itu perlu dilakukan tindakan pertama yang efektif  sesuai usia anak untuk menyelamatkan nyawa.


Anda HARUS SEGERA memulai pertolongan pertama terlebih dulu bila anak :
  • Tidak bisa bernafas sama sekali (dada anak tidak bergerak naik atau turun)
  • Anak tidak bisa bicara, batuk dan terlihat biru
  • Anak tidak sadar
Anda TIDAK perlu memulai pertolongan pertama bila anak :
  • Anak masih bisa bernafas, batuk atau menangis
  • Anak bisa diminta untuk memuntahkan atau membatukkan benda yang ditelannya
Pertolongan Pertama anak tersedak
  • Pertolongan pertama ini memerlukan latihan dan ketrampilan
  • Bila penolong tidak terlatih akan menyebabkan kondisi anak lebih buruk
  • Pertolongan pertama anak yang tersedak dengan melakukan manuver/perasat Back Blows, Chest Trush atau Heimlich adalah disesuaikan dengan usia anak

Cara Melakukan Perasat Back Blows dan Chest Trush  pada Bayi berusia dibawah setahun :
  • Letakkan bayi di lengan atau paha penolong sehingga kepala bayi lebih rendah dari badannya 
  • Sangga kepala bayi dengan telapak tangan, jangan halangi/tutup mulut bayi 
  • Berikan 5 tepukan pada punggung bayi yaitu pada daerah interskapula














  • Jika benda penyebab obstruksi tidak dapat keluar, balikkan bayi dengan posisi telentang pada pada paha penolong dansangga kepala bayi dengan telapak tangan penolong
    Letakkan 2 jari penolong, satu jari di bawah garis yang menghubungkan kedua papilla mammae dan lakukan pijatan  di dada (Chest trush) sebanyak lima kali

  • Bila obstruksi masih menetap evaluasi mulut bayi apakah ada bahan obstruksi yang bisa dikeluarkan
  • Bebaskan jalan nafas dengan memposisikan kepala tengadah, segaris dengan tulang leher kemudian buka mulut dengan mendorong dagu ke bawah, bila tampak benda asingnya coba keluarkan dengan jari. Bila tidak tampak langsung lakukan RJP. Jangan mencoba melakukan pengambilan benda asing dengan jari bila benda tidak terlihat karena bisa menyebabkan benda lebih terdorong ke dalam
 
  •  Bila diperlukan dapat diulang kembali dengan melakukan pukulan pada bagian belakang bayi
 
Cara Melakukan Perasat Back Blows dan Heimlich pada Anak berusia diatas satu tahun
  • Letakkan anak dengan posisi tengkurap dengan kepala lebih rendah
  • Berikan 5 pukulan dengan menggunakan tumit dari telapak tangan pada bagian belakang anak (interskapula)
  • Bila obstruksi masih menetap, berbaliklah ke belakang anak dan lingkarkan kedua lengan mengelilingi badan anak
 



  • Pertemukan kedua tangan dengan salah satu mengepal dan letakkkan pada perut bagian atas (di bawah sternum) anak, kemudian lakukan hentakan ke arah belakang atas.
  • Sentakan ini dapat dilakukan sampai lima kali. Bila masih terjadi obstruksi menetap lakukan evaluasi apakah ada bahan obstruksi yang bisa di keluarkan di mulut.
  • Bila diperlukan bisa diulang dengan kembali melakukan pukulan pada bagian belakang anak


3. Langkah-langkah RJP (Resusitasi Jantung Paru)
RJP atau biasa dikenal dengan CPR, cardiopulmonary resuscitation memungkinkan udara mengalir ke paru-paru dan memompakan darah dan oksigen ke otak. Menurut dokter, CPR meningkatkan kemungkinan orang yang jantungnya berhenti, bertahan hidup. Juga, meningkatkan kemungkinan ia tidak atau sedikit menderita kerusakan otak.
Anak yang tersedak bisa jadi kehilangan kesadaran. Berikut langkah-langkah RJP yang bisa kita lakukan:



A.     AIRWAY : Jalan Nafas
      1. Pemeriksaan jalan nafas
Langkah ini dilakukan untuk memastikan jalan nafas bebas dari sumbatan karena benda asing. Bila sumbatan ada dapat dibersihkan dengan teknik cross finger (ibu jari diletakkan berlawanan dengan jari telunjuk pada mulut korban)
Cara melakukan teknik cross finger
a.       Silangkan ibu jari dan telunjuk penolong
b.      Letakkan ibu jari pada gigi seri bawah korban/pasien dan jari telunjuk pada gigi seri atas
c.       Lakukan gerakan seperti menggunting untuk membuka mulut pasien/korban
d.      Periksa mulut setelah terbuka apakah ada cairan, benda asing yang menyumbat jalan nafas     

      2. Membuka jalan nafas
Pada pasien/korban tidak sadar tonus otot menghilang, maka lidah dan epiglottis akan menutup faring dan laring sehingga menyebabkan sumbatan jalan nafas. Keadaan ini dapat dibebaskan dengan tengadah kepala topang dagu  (Head tild Chin lift) dan maneuver pendorongan mandibular (Jaw thrush maneuver).
Cara melakukan teknik Head tild Chin lift:
a.       Letakkan kedua siku penolong sejajar dengan posisi pasien/korban
b.      Kedua tangan memegang sisi kepala pasien/korban
c.       Penolong memegang kedua sisi rahang
d.      Kedua tangan penolong menggerakan rahang ke posisi depan secara perlahan
e.       Pertahankan posisi mulut pasien/korban tetap terbuka

B.     BREATHING: Bantuan Nafas
Prinsipnya adalah memberikan 2 kali ventilasi sebelum kompresi dan memberikan 2 kali ventilasi per 10 detik pada saat kompresi. Teridir dari 2 tahap:
1. Memastikan pasien/korban tidak bernafas
Dengan cara:
- Look: Lihat apakah ada gerakan dada (gerakan nafas)
- Listen: Dengarkan apakah ada suara nafas normal/abnormal
- Feel: Rasakan apakah ada hawa panas pada pipi korban
Jika ternyata pasien masih bernafas, maka hitunglang frekuensi nafas per menit, normalnya 12-20 kali/menit.
Jenis-jenis suara nafas tambahan karena hambatan sebagian jalan nafas:
a. Snoring: Suara seperti ngorok, kondisi ini menandakan adanyan kebuntuan jalan nafas bagian atas oleh benda padat. Jika terdengar suara ini maka lakukanlah pengecekan langsung dengan cara cross-finger untuk membuka mulut (menggunakan 2 jari, yaitu ibu jari dan jari telunjuk tangan yang digunakan untuk chin lift. ibu jari mendorong rahang atas ke atas, telunjuk menekan rahang bawah ke bawah). Lihat apakah ada benda yang menyangkut di tenggorokan korban.  Pindahkan benda tersebut.
b. Gargling: Suara seperti berkumur, kondisi ini terjadi karena ada kebuntuan yang disebabkan oleh cairan (misalnya: darah), maka lakukanlah cross-finger (seperti di atas), lalu lakukan finger sweep (bungkus jari dengan kain, lalu "sapu" cairan pada rongga mulut)
c. Crowing: suara dengan nada tinggi, biasanya disebabkan karena pembengkakan (edema) pada trakea, untuk pertolongan pertama tetap lakukan mauner head lift and chin lift atau jaw thrust saja.

- Jika nafas pasien normal, pantau terus pasien dengan tetap melakukan look, listen, and feel
- Jika frekuensi nafas <12 -20="-20" berikan="berikan" buatan="buatan" kali="kali" menit="menit" nafas="nafas" per="per">
Dari mulut ke mulut
Merupakan cara yang cepat dan efektif. Pada saat memberikan penolong tarik nafas dan mulut penolong menutup seluruhnya mulut pasien/korban dan hidung pasien harus ditutup dengan telunjuk dan ibu jari. Volume udara yang berlebihan menyebabkan udara masuk lambung
a. Dewasa : 10-12 x pernapasan / menit, masing-masing 1,5-2 detik
b. Anak(1-8 th) : 20 x pernapasan / menit, masing-masing 1-1,5 detik
c. Bayi (0-1 th) : lebih dari 20 x pernapasan / menit, masing-masing 1-1,5 detik
d. Bayi baru lahir : 40 x pernapasan / menit, masing-masing 1-1,5 detik


C.     CIRCULATION : Bantuan Sirkulasi

Prosedur Pijat jantung
       1. Posisikan diri di samping pasien
2    2. Dengan jari telunjuk dan jari tengah penolong menelusuri tulang iga kanan atau kiri sehingga bertemu dengan tulang dada (sternum)
3   3. Dari pertemuan tulang iga (tulang sternum) diukur kurang lebih 2 atau 3 jari ke atas. Daerah tersebut merupakan tempat untuk meletakan tangan penolong dalam memberikan bantuan sirkulasi.
       4.  Posisikan tangan seperti gambar berikut:
       5.   Posisikan tangan tegak lurus korban seperti gambar
       6.   Tekanlah dada korban menggunakan tenaga yang diperoleh dari sendi panggul
       7.   Tekan kira-kira sedalam 4-5 cm (dewasa) ; 3-4 cm (anak dan bayi); 1,5-2,5 cm (bayi)
      8.   Setelah menekan, tarik sedikit tangan ke atas agar posisi dada kembali normal (seperti gambar di atas)
      9.   Satu set pijat jantung dilakukan sejumlah 30 kali tekanan.
10. Lakukan pemeriksaan nadi (lebih dari 100 kali/menit)
Sekian edisi berbagi ilmu kali ini sobat. Semoga bermanfaat :)



Sumber lain:
Harnowo PA. 2012. Pertolongan Pertama pada Korban Keracunan. http://health.detik.com/read/2012/08/23/091411/1996675/1407/pertolongan-pertama-pada-korban-keracunan [9 Okt 2012]
Dita VF. 2012. Tips : Bila Anak tersedak. http://dokteranakku.net/articles/2010/12/tips-bila-anak-tersedak.html [9 Okt 2012] 
Utama HSY. 2012. Kemampuan dasar medis: Resusitasi Jantung Paru / Cardio Pulmonari Resuscitation (CPR). http://www.herryyudha.com/2012/04/bab-i-pendahuluan-1.html [9 Okt 2012]

6 comments: