Tengkleng Solo: Enak Sih, Tapi...

Jumat, 26 Oktober 2012, umat Islam merayakan hari raya Idul Adha di mana ketersediaan daging, terutama kambing, menjadi melimpah. Berbagai menu dan resep masakan pun telah disiapkan. Salah satunya adalah Tengkleng Solo

Sejarah Tengkleng Solo
        Tengkleng merupakan makanan semacam gulai kambing tetapi kuahnya tidak bersantan. Rasanya gurih, segar ditambah pedasnya kuah karna didalamnya terdapat cabai yang jika dihancurkan akan mengeluarkan sensai pedas. Isi tengkleng adalah tulang-belulang kambing dengan sedikit daging yang menempel,tulang sumsum dan pilihan lain seperti organ-organ  bagian mata, telinga, pipi, lidah, jerohan, usus, otak dll.Lezat bukan? Tentu sensasi rempah yang menyelimuti bagian-bagian terlezat kambing siap menggoyang lidah sobat. Hehe
       Pada jaman dulu, hanya toean dan noni Belanda yang bisa makan gulai daging dengan kuah kental. Sementara kaum kuli dan rakyat jelata hanya bisa melihat mereka makan. Sisa-sisa bagian kambing selain daging, yaitu tulang-belulang dan jeroan, dibuang oleh para orang kaya. Dan para kuli mengambil sisa-sisa tulang tersebut lalu merebusnya dengan kuah encer yang minimalis.
Bertahun-tahun kemudian, tengkleng menjadi semakin terkenal dan justru bergeser jadi makanan kaum berpunya. Tengkleng juga mulai disajikan di berbagai hotel bintang lima. Meski demikian, tengkleng asli adalah tengkleng yang disajikan dengan tulang belulang. Hal tersebut karena saat ini mulai banyak warung tengkleng fusion yang justru menyajikan tengkleng berisikan daging iga, bahkan daging tanpa tulang. Tentu saja penyajian itu sudah meleset dari pakem “keimanan” tengkleng sejati.

Tengkleng Solo: Enak Sih, Tapi...
         Tapi, sobat harus tetap mawas diri dengan kesehatan sobat ya! Jerohan dan otak merupakan salah satu isi dari tengkleng solo. Sobat tahu tidak bahwa jerohan dan otak merupakan sumber kolesterol yang paling tinggi. Bahkan, kandungan kolesterol otak dapat mencapai 3000 mg/100g sedangkan jerohan kambing 610mg/100g. Padahal, kebutuhan harian kolesterol kita hanya 300 mg. Belum lagi, sumbangan kolesterol dari beberapa bagian isi tengkleng. Nah, apakah lantas tengkleng solo harus dihindari? Jawabannya bisa ya bisa tidak. Kita tilik dulu kadar kolesterol sobat :)
           Normalnya, kadar kolesterol darah adalah 160-200 mg sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg karena bisa menyebabkan stroke. Nah, kalau sudah di atas 200 mg, sebaiknya, hindari konsumsi makanan-makanan tinggi kolesterol. Bagi sobat yang memiliki kadar kolesterol darah yang normal, sah-sah saja konsumsi tengkleng solo. Tapi, tetap dengan batasan yang wajar ya. Juga ikuti tips berikut agar kadar kolesterol tidak naik drastis setelah konsumsi tengkleng. Makan enak, tubuh sehat!
1. Batasi konsumsi, jangan berlebihan (cukup 1/2 - 1 porsi) dalam sehari
2. Sebaiknya konsumsi hanya 1 - 2 kali per minggu
3. Kalau memungkinkan, tinggalkan otak dan jerohan (kalaupun sulit, konsumsi sesekali, misal hanya 1 kali dalam 1 bulan)
4. Masukkan menu berbahan dasar sayur dan buah untuk mendapat serat yang dapat mengikat kolesterol (juga tinggi antioksidan)
5. Konsumsi havermout untuk menu makan berikutnya
6. Tetap lakukan olahraga secara teratur (3 - 5 kali per minggu)
7. Jangan konsumsi alkohol 
8. Jangan merokok
9. Konsumsi teh hijau
10. Konsumsi hasil olahan kedelai (tidak digoreng)

Cara membuat Tengkleng (tanpa otak kambing)
Bahan:
  • 100 gram daging kambing, potong 3×3 cm
  • 100 gram Iga kambing, potong-potong
  • 100 gram jeroan kambing, potong-potong
  • 100 gram daging kepala kambing, potong-potong
  • 600 ml air
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai, memarkan
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 2 cm jahe, memarkan
  • 2 lembar daun jeruk purut
  • 2 sdm minyak samin/mingak goreng
Bumbu Halus:
  • 3 siung bawang putih
  • 3 butir bawang merah
  • 2 cm kunyit bakar
  • 1 sdt ketumbar
  • 1/2 sdt merica
  • 3 butir kemri
  • garam secukupnya
Cara Membuat:
  • Rebus daging, iga, jeroan dan daging kepala hingga lunak.
  • Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Angkat lalu masukkan ke dalam rebusan daging, rebus kembali.
  • Masukkan daun salam, serai, lengkuas, daun jeruk, dan jahe. Masak dengan api kecil hingga air rebusan hingga tinggal 1/3 nya.
  • Sajikan hangat.
Untuk: 4 porsi atau lebih

Kandungan gizi/porsi:
  1. Energi: 154 kal
  2. Protein: 16,6 g
  3. Lemak: 9,2 g (kolesterol: 225mg)
  4. Karbohidrat: 0 g

Nah, sobat, kadar kolesterol dalam tengkleng solo dari resep yang saya sajikan sudah mencapai 225 mg, padahal kebutuhan kita hanya 300 mg. Jangan lupa imbangi dengan konsumsi buah dan sayur juga tips yang saya berikan agar kolesterol tidak memuncak ya sobat :). Kalau perlu, kurangi konsumsi 1/4 hingga 1/2 porsi dari saran penyajian.

Sumber:
Agung mk. 2012. Tengkleng Solo "menikmati makanan buangan." http://nationalgeographic.co.id/forum/topic-2146.html [25 okt 2012]


8 comments:

  1. ya ampun bahaya banget ya mbak makan makanan ini, nah emang dari kambing semua sih bahannya.
    emang gak bisa ya mbak diganti lainnya? seperti sapi gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo "asli"-nya memang dari kambing, dan lemak kambing memang memiliki cita rasa yang yummy. hehehe :D

      kalo mau inovasi, sah2 saja diganti daging apapun ditambah jamur kayaknya juga asyik tuh.. mak nyuss... (y)

      Delete
  2. Asal jangan terlalu berlebihan aja, dikatakan bahwa sesuatu yang berlebihan tidak baik, kalo habis semangkuk si masih gak papa hehehe :D
    Niche Blog http://catatan-dia.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha... iya, tapi mangkoknya jangan jumbo ya irfan... xixixi :p

      Delete
  3. mba, pesen 1 mangkok, tapi jangan pedes. bisa dianter pake elang? *ppffttt ^^v
    *sukses jadi penulis ya, mantabbb (y)

    ReplyDelete
  4. Saya belum pernah makan tengkleng nich.
    Kapan2 kalau ke Solo tak coba deh
    Boleh saya copy resep dan cara membuatnya nduk untuk saya masukkan ke blog makanan saya, nanti saya kasih link ke artikel ini.

    Matur nuwun
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan2 kopdar di Solo, Pakdhe :D
      Boleh, monggo silakan :)

      Salam hangat dari Sumowono, desa asri di kaki Gunung Ungaran :D

      Delete