6 Alasan Berhenti Minum Soda

Ternyata galau dan dilematis itu bukan hanya soal cinta, tetapi juga soal pilih-pilih makanan. Apa yang kita sukai belum tentu disukai oleh tubuh kita. Bisa jadi, tubuh kita protes melalui beberapa hal. Misalnya, kita suka sekali makanan pedas padahal tubuh tak sepenuhnya menyukai makanan pedas, alhasil perut melilit dan diare melanda. Satu lagi, minum-minuman bersoda. Diakui sih, kalau minuman bersoda itu memang menyegarkan, apalagi diminum dengan es atau dalam keadaan dingin. Mak Nyuussss.... Eits, tapi, sekali lagi apa yang kita sukai dan anggap enak belum tentu bersahabat dengan tubuh. Beberapa ahli kesehatan setuju bahwa minuman bersoda adalah minuman yang kurang sehat sehingga para ahli menganjurkan untuk menghindarinya. Atau, setidaknya mengurangi/membatasi konsumsinya. 

Berikut 6 alasan penting untuk menghentikan kebiasaan minum soda, yaitu:

1. Sebabkan Ketagihan Gula
Pernah mendengar iklan soda zero kalori? Setelah melihat dan mengamati iklan tersebut, sudah dapat dipastikan bahwa kita merasa aman untuk mengonsumsi minuman bersoda. Eits, jangan salah! Gula yang digunakan dalam soda diet tersebut adalah aspartam yang dapat membuat kita ketagihan gula. Perasaan aman akan rasa manis dengan janji zero kalori, membuat kita terlena untuk minum lebih banyak lagi.

2. Melemahkan Tulang dan Gigi
Soda mengandung asam fosfat sehingga rasanya tajam dan membuat geli di lidah. Namun, ketahuilah bahwa asam fosfat menyebabkan tubuh membuang kalsium melalui urine sehingga melemahkan tulang dan merusak lapisan enamel gigi. Tingginya kandungan gula dalam soda biasa membuat kita lebih berisiko mengalami gigi berlubang.

3. Menyebabkan Diabetes
Soda mengandung corn syrup (sirup jagung) tinggi fruktosa yang merupakan karbohidrat sederhana sehingga mudah diserap tubuh dan meningkatkan kadar insulin.

4. Merusak Liver
Semua gula pada akhirya akan diubah menjadi glukosa. Faktanya bahwa sirup jagung tinggi fruktosa jauh lebih sulit untuk dimetabolisme, maka kita akan lebih rentan untuk mengembangkan problem hati berlemak sehingga akan lebih mudah terkena penyakit liver.

5. Sebabkan Dehidrasi
Minuman soda memang menyegarkan, tetapi sadarilah bahwa yang terjadi di dalam tubuh justru sebaliknya. Mayoritas minuman bersoda mengandung kafein yang merupakan zat diuretik (menyebabkan orang sering kencing) sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.

6. Bersifat Adiktif
Dengan tingginya kadar gula dan kafein dalam soda, tak mengherankan bila soda bisa sangat adiktif. Sama seperti obat dan gula, kafein adalah suatu stimulan yang mendorong keinginan untuk mengonsumsinya lagi dan lagi. Dan, ini berarti bahwa kita bisa sampai pada titik di mana menjadi ketagihan. Buktinya, ketika orang yang ketagihan soda mencoba berhenti minum soda, ia akan mengalami gejala penarikan diri seperti sakit kepala, gelisah, iritasi, atau bahkan insomnia (sulit tidur).


Sumber:
Majalah CantiQ edisi 166 Oktober 2010.

2 comments:

  1. saya udah ga minum2 lagi soda, soalnya nyereng banget. terus katanya bisa melobangi lambung. hehe

    salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, penelitian temen dari kedokteran gitu :)
      Kalo sesekali ga apa2 :)
      Tapi, kalo udah ga minum soda lagi, better lah... hehehe

      Delete