Lestari Airku, Lestari Rezekiku bersama PureIt

Pureit, blog, lomba, air, sehat, water, purifier, jernih, lestari
      Manusia bisa hidup hingga 40 hari tanpa makanan, tetapi bisa mati dalam 3 hari tanpa air. Hal ini dikarenakan dua-per-tiga berat tubuh kita adalah air. Otak mencakup 95% air, darah mencakup 82% air, dan paru-paru mencakup 85% air [1]. Bayangkan jika air di muka bumi ini habis! Tamatlah riwayat kita. Oleh karena itu, menjaga kelestarian air bersih layak konsumsi teramat sangat penting. Kecuali kalau kita puas menukarkan masa depan kita hanya dengan 3 hari!

KRISIS AIR BERSIH LAYAK KONSUMSI
     Kebutuhan air minum rata-rata orang dewasa adalah 2 – 2,5 Liter per hari. Di Indonesia saja, jumlah orang dewasa mencapai kurang lebih 157 juta jiwa [2]. Berarti dalam sehari setidaknya membutuhkan 314 – 400 juta liter air minum, jumlah yang sangat fantastis bukan? Itu hanya dalam sehari! Padahal, kenyataannya adalah krisis air bersih mulai menghantui kita semua. Krisis air layak konsumsi yang dikarenakan kekeringan (klik disini), pencemaran oleh limbah Industri, Pertanian, dan Domestik (perumahan padat penduduk) (klik disini) hingga privatisasi oleh pihak swasta (klik disini)
        Bahkan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, memproyeksikan pada 2020, potensi air yang ada  di Indonesia hanya 35 persen yang layak dikelola, yakni 400 meter persegi per kapita per tahun. Angka itu jauh dari standar minimum dunia, 1.100 meter persegi per kapita per tahun. Ini kita baru berbicara tentang Indonesia, belum dunia. Secara global, satu dari empat orang di dunia kekurangan air minum. Sementara, satu dari tiga orang tidak dapat  sanitasi yang layak [3].
   
PERGESERAN POLA KONSUMSI
 Krisis air bersih kemudian menggeser pola konsumsi penduduk yang tadinya memanfaatkan sumber air terdekat di lingkungannya beralih pada pembelian air bersih, baik dalam bentuk air isi ulang maupun galon bermerek. Dan, sumber mata air pada titik-titik tertentu pun akan terancam dieksplorasi secara berlebihan jika hal ini terus berlanjut. Hingga suatu saat kita akan kehilangan sumber air bersih akibat eksplorasi berlebihan selama bertahun-tahun. Mengingat hal tersebut sudah sepantasnya kita khawatir akan masa depan sumber air bersih layak konsumsi.  Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga sumber air tetap bersih dan layak konsumsi?
     Pertanyaan tersebut haruslah dijawab oleh kita semua yang mengaku membutuhkan air. Kuncinya mulai dari diri kita sendiri dan lakukan saat ini juga! Sehingga, pemenuhan kebutuhan air bersih tidak lagi tergantung pada titik-titik sumber mata air tertentu, namun bisa didapatkan di sekitar kita. Jika setiap orang memiliki keinginan untuk menjaga sumber airnya tetap lestari, bersih, dan sehat, maka kekhawatiran krisis air di abad 21 bisa dikendalikan.

CARA SAYA MENJAGA KELESTARIAN SUMBER AIR BERSIH
air, pureit, blog, lomba, unilever, purifier, water, hemat, lestari5 M:
1. Mulai dari diri sendiri
2. Mengelola limbah
3. Membuat biopori
4. Manfaatkan secara efektif dan efisien sumber air
5. Menggunakan teknologi tepat guna

1.    Memulai dari diri sendiri
    Bulatkan niat dan tekad untuk secara konsisten untuk menjaga kelestarian sumber mata air yang terdekat dengan kita. Dalam hal ini, saya berupaya untuk melestarikan sumur di rumah saya agar tetap terus bisa digunakan. Juga menjaga saluran pembuangan air (selokan) yang bermuara ke sungai agar tetap layak digunakan.
2.    Mengelola Limbah Domestik
     Pastikan kita tidak membuat limbah rumah tangga secara berlebihan. Menggunakan detergen untuk mencuci , sabun mandi, serta pembersih lantai secukupnya
       Tidak membuang sampah sembarangan agar tidak menyumbat selokan dan tidak mencemari air tanah.
      Memastikan septic tank berjarak 10 meter atau lebih dari sumber mata air.
3.    Membuat Biopori
Membuat biopori itu mudah dan banyak manfaatnya. Selain untuk menyerap air di kala hujan agar tidak banjir, biopori juga berfungsi untuk menjaga ketersediaan air tanah, dan bisa dimanfaatkan untuk membuat kompos alias menyuburkan tanah. Pembuatannya pun sangat mudah, klik disini
4.    Manfaatkan Sumber Mata Air secara efektif dan efisien
Kuncinya adalah HEMAT AIR. Gunakan secukupnya air untuk mencuci, mandi, membersihkan rumah, dan jangan sampai membiarkan air meluap baik dalam bak mandi maupun penampungan. Tentu, bahasan kali ini adalah kita bisa memanfaatkan air di sekitar kita untuk konsumsi sehari-hari agar tidak tergantung pada titik-titik sumber mata air tertentu. Tujuannya adalah agar kita dapat menjaga air tetap lestari dan kita memiliki tanggung jawab untuk selalu menjaga kelestarian sumber air bersih di sekitar kita. Tantang diri kita sendiri untuk mengurangi pembelian air isi ulang maupun galon bermerek! Yaitu, senantiasa membawa air minum sendiri dari rumah! Selain berhemat sekaligus mengurangi penggunaan plastik yang tidak bersahabat dengan bumi. Lestari bumiku, lestari airku.
5.    GUNAKAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA
           Air tanah/PAM tidak dapat langsung dikonsumsi karena mengandung kuman maupun zat lain yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, kita harus memasaknya terlebih dahulu. Paling tidak hingga suhu 100 derajat celcius. Namun, di era hemat energi saat ini, terciptalah teknologi tepat guna yang dapat menyediakan air minum sehat dari air tanah/PAM. Tanpa gas, tanpa listrik, dan yang pasti perlindungan menyeluruh dari kuman. Unilever telah menciptakan teknologi water purifier, yaitu penjernih air, PureIt. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Hemat waktu dan juga hemat energi plus dapat air minum yang sehat dan menyehatkan! 

LESTARI AIRKU, LESTARI REZEKIKU BERSAMA PUREIT
Bagi pedagang warung tegal (warteg) seperti saya, menyediakan air minum bagi pelanggan hukumnya wajib. Jika hanya air putih, hukumnya wajib gratis, alias tidak perlu membayar. Namun, jika saya harus merebus air terlebih dahulu, pasti membutuhkan waktu. Belum lagi jika persediaan air minum habis, butuh waktu untuk menunggunya hingga dingin. Membeli air isi ulang atau galon bermerek? Tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit pula, padahal air minum wajib gratis. Dengan menggunakan PureIt, ternyata keuntungan penjualan pun bisa lebih dimaksimalkan!
blog, lomba, gambar, air, sehat, Pureit, unilever, purifier, water
Biaya per liter pemurnian air dengan PureIt hanya Rp100, jauh di bawah harga air galon dari merek ternama (Rp526/liter), air isi ulang (Rp187/liter), dan air rebus (Rp107/liter) [4]. Jika saya membutuhkan air sebanyak 100 liter/hari, 3000 liter/bulan, dan 36.000 liter/tahun, maka saya sudah menghemat Rp 15.336.000/tahun dibanding air galon bermerek, Rp 3.132.000/tahun air isi ulang, dan Rp 252.000/tahun air rebus. Menakjubkan bukan?
Tidak hanya dari segi biaya, alasan lain mengapa PureIt layak untuk dipilih karena tentu alasan kesehatan. PureIt adalah cara mudah, praktis dan dengan harga yang terjangkau untuk mendapatkan air minum yang terlindungi dari kuman berbahaya. Tentu sebagai upaya mengefektif dan mengefisiensikan penggunaan sumber air yang ada. Sekaligus sebagai upaya mensosialisasikan penghematan energi, baik gas maupun listrik.


sehat, air, blog, lomba, hemat, unilever, pureit, purifier, water4 TAHAP PEMURNIAN AIR [5]
1. Saringan Serat Mikro : Mengilangkan kotoran
2. Filter Karbon Aktif : Menghilangkan parasit & pestisida berbahaya
3. Prosesor Pembunuh Kuman : Dengan 'programmed disinfection technology' menghilangkan bakteri dan virus berbahaya yang tidak terlihat
4. Penjernih : Membuat air jernih, tidak berbau dengan rasa yang alami
JAMINAN PERLINDUNGAN [5]
Perlindungan 1 – Pureit Germkill Life Indicator
Pureit bekerja dengan Germkill Kit (Perangkat Pembunuh Kuman) yang tahan lama dan dapat diganti.
Perlindungan 2 – Mekanisme Penghentian Otomatis
Jika ‘Germkill Kit’ tidak diganti pada waktunya, Pureit secara otomatis akan menghentikan aliran air sampai penggantian dilakukan. Mekanisme Penghentian Otomatis Pureit akan menghentikan air sehingga air akan meluap dari Germkill Life Indicator. Hal ini akan menjamin anggota keluarga Anda akan selalu meminum air yang aman.


BUKAN SEKEDAR IKLAN [5,6]
Pureit memenuhi kriteria ketat internasional dari Environmental Protection Agency (EPA), Amerika Serikat, untuk menghilangkan bakteri dan virus berbahaya. Kinerja Pureit juga telah diuji oleh lembaga ilmu pengetahuan dan institusi kesehatan terkemuka di Indonesia, Asia, Eropa dan Amerika Serikat.
air, lomba, blog, detik, sehat, pureit, unilever, water, purifier
sertifikasi dari Indonesia, seperti:
- Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu Universitas Gajah Mada
- Laboratorium Kualitas Air Institut Teknologi Bandung
Dari Internasional, seperti:
- Unilever Colworth, Inggris
- Scottish Parasite Diagnostic Laboratory
- London School of Hygiene and Tropical Medicine
- SRL Rabanxy Clinical Reference Laboratories, Mumbai, India
- National Environmental Engineering Research Institute, Chennai, India
- Apollo Hospital Chennai, India
- Central Food Technological Research Institute, India
- Indian Public School Association
- Institution of Public Health Engineers, India
- King Institute of Preventive Medicine, Guindy, Chennai
- National Institute of Cholera and Enteric Diseases
- Sundaram Medical Foundation, Dr. Rangarajan Memorial Hospital

Lestari Airku, Lestari Rejekiku bersama PureIt selain dapat mengupayakan kelestarian sumber air, ternyata juga dapat melestarikan penghematan sumber energi. Yuk, cintai bumi dengan cara yang sederhana dan tepat guna! INI CARAKU, KALAU KAMU?




Sumber:
[1] Pentingnya Meminum Air: H2O untuk Hidup Sehat. 2012. http://www.suprememastertv.com/ina/services_subt.php?bo_table=healthy_ina&wr_id=176&subt_cont=&show=aw&flag_s= [19 Des 2012]
[2] Sensus penduduk 2010. http://sp2010.bps.go.id/ [19 Des 2012]


[4] Reseller PureIt. 2012. Cara Kerja Dan Keunggulan Pureit. http://pureit-water-purifier.blogspot.com/p/cara-kerja-dan-keunggulan-pureit.html [21 Des 2012]
[5] http://www.pureitwater.com/ [19 Des 2012]
[6] http://www.vemale.com [19 Des 2012]





4 comments:

  1. wohohohohoooo.....
    krisis air memang sudah menjadi wacana terutama daerah tambang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, eksploitasi kekayaan alam secara berlebihan menyebabkan kontaminasi pada air tanah.
      Serba dilematis. Semoga penayangan terkait krisis air dapat sedikit menggelitik beberapa oknum terkait. Aamiin :)

      Delete
  2. Wah, tulisan kamu mantab. Mengangkat pure it dari sisi pangan dan gizi, bikin aku yang ikut lomba jadi ciut nyalinya, hehe

    Semangat ya

    Jangan lupa berkunjung ke blog aku juga

    http://hertilysurviva.wordpress.com/2012/12/23/think-before-you-drink/

    ReplyDelete
  3. yuk jaga kualitas air minum kita, agar terhindar dari berbagai penyakit salah satunya diare.

    ReplyDelete