7 Langkah Menghasilkan Jus Sehat

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika jus memiliki sejuta manfaat bagi kesehatan. Jus sayur atau buah punya banyak manfaat karena kandungan serat, antioksidan, vitamin, mineral, dan enzim yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang kesehatan. Akan tetapi, untuk mendapatkan semua manfaat buah dan sayur ini diperlukan pengolahan yang tepat. Salah-salah, justru akan merusak kandungan gizi di dalamnya. Berikut 7 langkah menghasilkan jus sehat menurut Dewi Rima Amanda, S.Gz, Ahli Gizi RS Mitra Keluarga Waru Sidoarjo.
  • Blender atau Juicer?
         Pada dasarnya, buah dan sayur memiliki 2 macam serat, yaitu serat larut air dan tak larut air. Serat larut air bermanfaat untuk memberikan rasa kenyang karena bisa tinggal lebih lama dalam usus. Sedangkan serat tak larut air bermanfaat untuk memberikan rasa kenyang, sekaligus menjaga kesehatan usus besar, mencegah kanker, dan tumor.
       Proses penghancuran buah/sayur dengan Blender menghasilkan cairan agak kental, karena semua partikel buah dan sayur bercampur menjadi satu. Cairan yang dihasilkan oleh blender mengandung keseluruhan jenis serat, baik yang larut maupun tak larut air.
        Juicer bekerja dengan cara memberikan tekanan tinggi pada sayur/buah kemudian terdapat proses penyaringan sehingga dihasilkan cairan yang merupakan sari pati sayur/buah yang terpisah dari ampasnya. Sari pati ini mengandung serat larut air. Sari pati hasil juicer ini mengandung enzim-enzim tertentu yang hanya dapat diperoleh dengan penekanan tinggi seperti juicer. Enzim ini bermanfaat untuk meregenerasi sel-sel tubuh dan mencegah sel-sel kanker. Enzim tersebut tidak dapat diperoleh dengan cara dimakan langsung atau dihaluskan menggunakan blender.

  • Bahan Pangan Bersih dan Segar
Pastikan buah/sayur yang akan kita konsumsi bersih, bebas kuman/bakteri, dan tentu pestisida. Cuci buah/sayur di air mengalir, dan rendam buah/sayur selama 3 menit dalam air hangat yang telah dididihkan.
  • Porsi Air
Jika membuat jus menggunakan blender, tambahkan air secukupnya. Untuk apel ukuran sedang (sekitar 100 gram), tambahkan air 200-250 cc. Jika akan ditambahkan es, kurangi jumlah air.
  • Hindari Bahan Tambahan
Hindari penambahan gula dan susu secara berlebihan. Jika memungkinkan, tidak usah ditambahkan gula/susu agar mendapatkan manfaat jus secara maksimal. Gula mengandung kalori tinggi, sedangkan susu mengandung lemak tinggi.
  • Cara Konsumsi
Sebaiknya, minum jus sedikit demi sedikit untuk memberikan kesempatan kepada enzim dalam mulut dan usus untuk menyerap dan mencerna jus secara lebih maksimal.
  • Waktu dan Frekuensi Konsumsi
        Waktu minum jus yang tepat adalah antara setengah hingga satu jam sebelum makan. Hal ini dilakukan agar enzim dalam mulut dan usus dapat mencerna dan menyerap lebih optimal sebelum digunakan untuk mencerna dan menyerap makanan yang lebih berat.
         Frekuensi konsumsi jus, untuk orang dalam kondisi normal (sehat), jus dapat dikonsumsi 3 kali sehari di antara waktu makan. Sebelum sarapan, sebelum makan siang, dan sebelum makan malam.
  • Selektif Buah Sesuai Kondisi Kesehatan
      Pada dasarnya, semua orang boleh mengonsumsi jus. Namun, bagi penderita penyakit tertentu, perlu lebih selektif lagi dalam memilih buah/sayur. Seperti penderita diabetes, kolesterol, dan penyakit jantung, sebaiknya menghindari jus durian karena durian mengandung lemak jenuh yang akan memperparah penyakit yang diderita.
    Sedang untuk penderita penyakit gangguan lambung, sebaiknya menghindari bahan jus yang mengandung gas karena bahan tersebut akan membuat perut kembung dan memperparah gangguan lambung yang diderita. Buah/sayur bergas tersebut seperti durian, nangka, bunga kol, kubis, sawi, singkong, dan ubi.
      Untuk penderita penyakit yang diharuskan membatasi konsumsi cairan, seperti penderita ginjal. Sebaiknya membatasi/menghindari konsumsi jus karena akan memperberat kerja ginjal.

0 komentar:

Post a Comment