Perempuan-Perempuan di Dalam Al-Qur'an

Syukur Alhamdulilah, selalu saya panjatkan atas nikmat Allah yang Ia titipkan lewat hamba-hamba-Nya. Beribu-ribu ucapan terima kasih pun tak akan cukup untuk mensyukuri atas nikmat yang Ia berikan. Kenikmatan diberikan teman-teman yang senantiasa menjadikanku lebih dekat kepada-Nya. Semoga Allah selalu menjaga nikmat iman dan Islam hingga waktu memisahkan jiwa dan raga yang bersimbah dosa ini. Sedikit ingin berbagi tausiyah dari seorang sahabat, Murdiati Soedarno Soewarno, mengenai kedudukan perempuan di salam Al-Qur'an. Betapa kita sungguh dimuliakan.
Kuliah materi sekolah orangtua, Parenting Nabawiyah Kuttab al Fatih


:: Perempuan-perempuan di dalam Al-Qur'an ::

Pertama-tama,
Kita diminta dulu mendata siapa saja perempuan yang dimuat di dalam Al-Qur'an, baik disebut langsung namanya, ataupun hanya dengan pronomina pengganti.

Ternyata di dalam Al-Qur`an, wanita itu dikisahkan dalam 3 macam peranan,

- sebagai pribadi, 5 orang, 19% :
Maryam, ratu balqis, 2 putri nabi syuaib, saudara perempuan musa

- sebagai istri 54%, yang shalih maupun tidak:
Hawa, istri nuh, istri luth, sarah, hajar, zulaikha, asiyah, istri imron, istri zakaria, hafshah, aisyah, zainab, istri abu lahab, khaulah bnt tsa'labah

- sebagai ibu, 27% :
Hawa, sarah, hajar, ibu musa, istri imron, istri zakaria, maryam

Kalau kata ustadzahnya, Masyarakat jaman sekarang, jika cari ilmu atau penjelasan tentang sesuatu, kebanyakan pada buka ensiklopedi, buku 'pintar', mbah gugel..

Ustadzahnya bilang : buka dulu Al Quran,

A : yah, kan alquran ga detail bahasannya ustadzah.. ga ada itu ttg kesehatan, psikologi

U: ngga ada di quran atau kamu yang ngga coba dulu u/cari

A : udah nyari ust, tp ngga ngerti.

U : nah, maka itu
Udah cari ilmu yg busa nambah pemahaman kamu ttg quran blm?
Ensiklopedi, buku ilmiah ina-inu dikhatamin.. quranny?

#jleb-jleb-jleb

Islam sangat menjunjung tinggi urutan,

Maka itu, keshalihan kita sebagai ibu, keshalihan generasi yang kita didik, ditentukan oleh bagaimana kualitas keshalihan kita sebagai istri, dan bahkan lebih jauh lagi, Keshalihan kita sebelum menikah (pribadi).

Sebagaimana, maryam, ibunda seorang nabi. Sudah shalih dan amat terjaga kesuciannya semenjak ia gadis. Maka terjamin juga keshalihannya sbg ibu hingga mampu Allah amanahkan sbg ibunda isa as.

Konteks saat ini, Banyak wanita yg merasa sudah jd ibu yg 'baik', tetapi heran mengapa anaknya masih juga belum seshalih sprti yg diupayakannya. Jk demikian, segera koreksi bagaimana kita menjalani peran sbg istri.

Sudahkah mjdi istri yg baik bagi suami; taat, menyejukkan jk dipandang, menentramkan hati jk sang suami sdg butuh ketenangan?

Ada kalanya dosa2 kita thd suami, yg menghalangi anak kita untuk menjadi anak shalih

*tengok kisah nabi nuh, nabi luth as, yg kedurhakaan istrinya, berdampak pd kedurhakaan anak, dan bahkan lebih jauh lagi
Kedurhakaan ummat,
*naudzubillah 

Pengkhianatan thd suami, tdk selalu lgsg berupa kedurhakaan besar,

Bisa jadi pengkhianatan kecil namun "istiqomah' kita lakukan, mjd awal dr kedurhakaan besar nanti

#istghfar 

Awal pengkhianatan seorang istri, adl ketika dia menceritakan keburukan suaminya kpd keluarga, tetangga/teman2nya  (atw apapun yg bs menurunkan kredibilitas suaminya di mata orang lain)

Nah, jika peran istri sudah kita jalankan dgn baik, namun anak masih juga belum jd qurrota a'yun

Tengoklah bgmana pribadi kita sblm menikah..

Maka sungguh tidak tepat, ketika wanita mjd seorang ibu, maka fokus mereka hny kepada anak anak,
Dan mengabaikan porsi peran mereka sbg istri dan pribadi..

-----------------------

Q.s at taubah ayat 71

Dan org2 yg beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mrka adl penoling bg sebagian yg lain.. menyuruh kpd yg ma'ruf & mcegah dr yg munkar

--> peran pertama dr rangkaian peran wanita sbg ibu rmtangga.

Mengikat kebersamaan lelaki dan prempuan, dlm ikatan u/mperjuangkan kebenaran
Demi mentransformasikan masy muslim mjd suatu sel yg dinamis

Maka ikatan itu jelas mjd ikatan tanggungjawab bersama.
Bukan ikatan antara atasan bawahan, antara pemerintah dan yg diperintah
Krn dasar dr ikatan keduanya adl cinta dan semangat pengorbanan

#tsahhh

Scr umum, pria wanita diciptakan dlm struktur biologis yg berbeda

Laki2 diciptakan agr cocok dgn tugas lapangan, berjuang, dan beramal
Dan perempuan dgn struktur biologis yg menjadikannya mempunyai peran agung, hamil dan melahirkan

Itu mengapa lelaki diwajibkan memberi nafkah keluarga,
dan mjga keseimbangan emosi dan ketenangan keluarga mjd tugas perempuan

Karena ia tercipta dgn kelembutab perasaan, kepekaan dan pemahaman yg tinggi thd emosi org lain
**subhanallah

Nah, selanjutnya ar Rum ayat 21

"... Ia menciptakan istri2 (kenapa jamak yak?) Dr jenismu sndiri spy kamu merasa tentram dan cenderung padany...'

--->
Jeng jeng jeng,

Parameter keberhasilan kita dlm menjalankan peran sbg istri menuet ayat ini adalah...

Berhasil membuat suami selalu merasa tenang, tentram dan selalu cenderung hatinya pada kita
Indikatorny: semangat kalo pulang ke rumah, memprioritaskan kebersamaan dgn iatri dibanding kumpul2 atau nongkrong bareng temen2nya..

Bahaya : suami lebih betah keluyuran sepulang kerja dibanding nemuin kita

Perempuan dituntut u/ mjaga hub emosional dgn suaminya, saling melengkapi pemahamannya dan pemahaman suaminya,

Itu mengapa "sakinah" dinisbatkan sbg tugas perempuan..

Kemampuan emosional perempuan yg luarbiasa dlm mencintai, memberi simpati dan empati kpd orang2 di sekitarnya, dan mjd sahabat bg anak2nya, inilah yg membuat banyak perbedaan dlm pembagian peran perempuan dan laki2

Ketulusan mereka dlm berkorban, membuahkan hasil bagi diri mereka sendiri, berupa bakti dan doa tulus dr anak2nya.

**cek Q.s al ahqof 15

Oleh karena kesusahpayahan yg dilaluinya dlm mengandung, melahirkan dan menyempurnakan persusuan, maka ibu dimuliakan diatas ayah..

Islam sgt memperhatikan kondisi fisik yg sulit dan melemah ini, dgn membebaskan mereka dr kewajiban shilat dan puasa

Pertanyaannya adl :

Ketika Allah sudah menggugurkan kewjiban yg sifatnya pribadi, (fardhu 'ain) dlm kondisi di atas, lantas mengapa sang perempuan, suami, atau bhkan masyarakat, malah membebankan bbg kewajibam dan tanggungjawab yg memberatkannya?

------------------------
dilematis,

Pd akhirnya, dua nash berikut bisa dijadikan renungan sbg penutup dr pembahasan ini,

" dan hendaklah kamu takut pd Allah, orang orang yg seandainya meninggalkan di belakang mereka generasi yg lemah, yg mereka khawatir thd kesejahteraan mereka.."

Q.s an nisa 9

" Kamu sekalian adl pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, ..... seorang laki2 adl.pemimpin bg keluarganya, dan akan dimintai pertanggunjawaban atas kepemimpinannya, dan wanita adl penanggungjawab thd rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawabannya, serta pembantu adl penanggungjawab dr harta majikannya, dan akan dimintai pertenggungjawabannya."

(Shahih bukhari-muslim)

0 komentar:

Post a Comment