Spiritual Travelling di Benua Biru

Spiritual, Travelling, di, Benua, Biru, Berjalan, di, Atas, CahayaJudul                : Berjalan di Atas Cahaya
Penulis              : Hanum Salsabiela Rais, dkk
Penerbit            : Gramedia
Cetakan           : I/2013
“Perjalanan bukan sekedar menikmati keindahan dari suatu tempat ke tempat lain. Perjalanan bukan sekedar mengagumi dan menemukan tempat-tempat unik di suatu daerah dengan biaya semurah-murahnya. Tapi perjalanan harus bisa membawa pelakunya naik ke derajat yang lebih tinggi, memperluas wawasan dan menambah keimanan. Sebagaimana yang dicontohkan oleh perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.”
Melalui buku ini, Hanum dan kawan-kawan hendak menyajikan kisah perjalanan yang tidak biasa di Benua Eropa. Pada hakikatnya, sebuah perjalanan adalah ta’aruf. Saling mengenal antar manusia. Mengenal sosok inspiratif yang selalu mendengungkan bahwa tindakan selalu berbicara lebih keras daripada kata-kata. Jihad yang sesungguhnya Islam adalah dengan menjadi seorang Muslim dan Muslimah yang baik, damai, dan teduh.
Di Ipsach, sebuah desa terpencil di Swiss, Hanum bertemu dengan Bunda Ikoy. Sosok muslimah yang cerdas. Beliau fasih berbahasa Perancis dan Jerman. Dan, yang menakjubkan, beliau merupakan satu-satunya karyawan berjilbab di sebuah perusahaan jam terkemuka di dunia. Bahwa asas meritokrasi, yaitu penilaian seseorang berdasarkan performa bukan kedekatan atau penampakan saja, sangat dijunjung tinggi. Prestasi ini jelas bukan perkara yang mudah. Namun, muslimah Indonesia berhasil meraihnya.

Muslimah yang cerdas juga tercermin dalam sosok Ce Siti, istri Markus Klinkner, ustad di Neerach Swiss. Wanita berkebangsaan Malaysia ini menguasai bahasa Jerman Swiss, British English, dan China Hokkian. Masya Allah, bahwasanya seorang muslimah (Islam) bukanlah orang yang terbelakang. Kita juga akan dibuat berdecak kagum dengan kepiawain Nur Dann mendakwahkan tentang Hijab dan ajaran Islam lainnya dengan lagu rap di Wina, Austria. Ya, dia adalah seorang rapper. Baginya, berdakwah tidak harus dengan berbicara dan bertindak “keras” memerangi yang tidak sesuai. Tetapi, sampaikan ajaran Islam dengan cara yang bisa diterima oleh komunitas yang kita tuju dengan baik, indah, dan damai.
Kita juga akan dibuat bangga oleh sosok Tutie Amaliah, seorang istri dan ibu yang berjuang meraih gelar MBA di Danube Krems University, Austria. Di tengah tugasnya sebagai seorang istri, ibu, mahasiswi, dan sahabat bagi teman-temannya, ia mampu mendongkrak nama baik Indonesia, muslimah, dan Islam. Ya, beliau berhasil menjadi mahasiswi terbaik dan didaulat memberikan pidato dalam acara wisuda! Betapa beliau mampu menggeser pandangan bahwa seorang muslimah adalah wanita terbelakang yang dikekang oleh suami, setidaknya itulah yang teman-teman MBA-nya katakan. Namun, fakta membuktikan bahwa perkataan itu salah adanya. Benar bukan? Berjihad tak melulu identik dengan debat kusir apalagi perang fisik. Dengan kecerdasan, justru kita lebih dihargai. Tetaplah menjadi agen muslim yang baik di manapun dan kapan pun kita berada.
Sejengkal kisah yang saya uraikan hanyalah sedikit cuplikan perjuangan muslim dan muslimah dari berbagai negara membersihkan nama Islam. Dengan menjadi agen muslim yang baik, indah, dan damai di benua dengan Islam sebagai minoritas. Simak kisah-kisah inspiratif, motivatif, dan mengharukan lainnya. Membaca kisah-kisah tokoh inspiratif di Benua Biru ini mampu menampar saya dengan kerasnya. Teladan dan perjuangan apa yang sudah saya berikan untuk agama saya? Betapa jauh dari perjuangan anggota Wapena (Warga Pengajian Wina) mendirikan Masjid As-Salam. Betapa kufurnya saya terhadap nikmat Iman dan Islam yang telah Ia anugerahkan. Syukurku kadang tak sebanding dengan perjalanan para mualaf mencari hidayah cahaya fitrah-Nya.
Ivano menangis membaca tulisan berwibawa itu. Terbaca jelas tulisan yang terukir di pilar katedral Palermo yang membuat orang yang memasuki katedral Palermo secara tak langsung mengimani Tuhan Yang Satu. Ya, ukiran surat Al-Fatihah : Bismillahirrahmaanirrahiim, alhamdulillahirabbilaalamiin…..


2 comments:

  1. Buku yang menarik, bisa memberikan inspirasi bagi kita semua terutama di bulan Ramadhan ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. Lanjutan dari 99 Cahaya di Langit Eropa. Sama bagusnya :D

      Semoga kita bisa menjadi salah satu agen muslim yang baik, damai, teduh, dan cerdas tentunya. Aamiin :)

      Delete