Tradisi PESAN "Pekan Sarapan Nasional"

"Utamakan Sarapan" dua kata sederhana yang menjadi sangat istimewa karena saya membacanya tertulis di bak sebuah truck. Siang itu saya melewati jalan baru Salatiga dan pas lampu merah saya membaca kalimat istimewa itu. Sayang, saya tidak berkesempatan untuk mengabadikannya dalam kamera saku maupun ponsel saya. Maklum, lampu keburu hijau dan saya harus segera tancap gas. Lebih daripada sekedar mengabadikannya dalam sebuah frame, alangkah baiknya kita juga mengabadikannya dalam keseharian kita. Menjadi kebiasan dan tradisi baik dalam keluarga. Lakukan sarapan, yaitu makan pagi sebelum pukul 09.00. Saya jadi teringat ibu saya yang selalu rajin menyiapkan sarapan. I Love You Mom...

Sarapan merupakan tradisi keluarga yang harus diwariskan dan dijaga agar tidak punah. Sama pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia. Benarkah? Tentu saja! Sampai-sampai pakar gizi dan kesehatan bersatu mendeklarasikan Pekan Sarapan Nasional (PESAN). Mulai tahun 2013, setiap tanggal 14-20 Februari diperingati sebagai Pekan Sarapan Nasional (PESAN). Peringatan ini dideklarasikan oleh empat organisasi gizi dan pangan di Indonesia, yaitu Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), dan Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI). 

Bagaimana Sobat, masih banyak alasan untuk meninggalkan sarapan? Ini para ahli lho yang menyarankan. Berarti ibu saya termasuk salah satu di dalamnya. Hehe

Bahkan, untuk kamu yang sedang diet pun, meninggalkan sarapan bukan perkara yang dibenarkan. Justru berbagai studi ilmiah membuktikan bahwa sarapan dapat mencegah dan membantu menurunkan kelebihan berat badan (kegemukan) dan juga mencegah hiperkolesterol. Sarapan juga terbukti secara ilmiah membantu meningkatkan konsentrasi dan kemampuan berpikir. Sarapan merupakan salah satu pilar gizi seimbang. Berikut bahaya meninggalkan sarapan yang saya kutip dari tulisan Hery Prasetyo.

Bahaya Meninggalkan Sarapan

1. Diabetes

Meninggalkan sarapan meningkatkan risiko diabetes buat wanita. Ini berdasarkan studi yang dilakukan American Journal of Clinical Nutrition. Sebaliknya, wanita yang rajin sarapan memiliki risiko terkena diabetes amat kecil, bahkan nol.


2. Penyakit jantung
Sarapan menurunkan risiko sakit jantung pada pria antara usia 45 sampai 82 tahun. Ini berdasarkan studi pada bulan Juli lalu yang dilakukan jurnal Circulation. Studi itu juga menemukan bahwa meninggalkan sarapan bisa menyebabkan hipertensi, hiperkolesterol, resistensi insulin, dan naiknya kadar gula di darah.

3. Mengganggu daya ingat
Sebuah jurnal yang diterbitkan American Dietetic Assocation pada 2005 menunjukkan, sarapan bisa memperbaiki fungsi kognitif yang berkaitan dengan ingatan dan juga memperbaiki tingkat kecerdasan. Sebaliknya, sering meninggalkan sarapan bisa mengganggu ingatan.

4. Berat badan
Dalam studi terbaru, orang yang rajin sarapan justru mudah membentuk badan langsing. Menurut hasil studi jurnal Obesity yang dirilis pada Juli lalu, orang yang rajin sarapan dengan jumlah kalori yang cukup justru akan kehilangan berat sampai 17,8 pon dalam tiga bulan. Sebaliknya, orang yang jarang sarapan dan menggantinya dengan makan kalori setara sarapan di malam hari, hanya akan kehilangan berat badan 7,3 pon dalam tiga bulan.

Tradisi Pagi yang Menyehatkan dari Ibu
Ibu saya bukan ahli gizi maupun kesehatan. Ibu saya hanya ibu rumah tangga biasa dan kebetulan memiliki warung makan di Sumowono, namanya Warung Makan Sederhana. Eits, bukan masakan Padang ya, murni masakan khas ibu saya, masakan Jawa. Tapi beliau tidak pernah lupa menyediakan sarapan.

Terima kasih untuk ibunda tercinta karena sudah mengajarkan sarapan sejak saya kecil. Setiap pagi, ibu saya sudah menyiapkan makanan lengkap dan lezat untuk sarapan, biasanya nasi/mie/roti, sayur, ayam/telur/ikan kadang daging, dan buah. Tapi ada satu menu yang tidak pernah lupa, yaitu segelas air putih dan susu cokelat hangat. Katanya biar kuat dan konsentrasi belajar di sekolah. Entahlah, apakah menu itu sudah memenuhi 15-30% kebutuhan gizi harian saya. Tapi, beliau menekankan sabda Rasulullah "Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang". Karena kalau kekenyangan bawaannya justru mengantuk. Hehe

SunCo Pack
Bagaimana dengan sobat MakaraMe? Sudah terbiasa sarapan kan pastinya? Ingat! Sekalipun diet, sebaiknya jangan meninggalkan sarapan. Namun, sarapan yang baik juga ditentukan dengan kualitas makanan kita, ya Sobat. 
Suka membuat nasi goreng untuk sarapan? Atau ayam goreng, nugget, telur ceplok, tumis, dan sebagainya yang menggunakan minyak? Saya sarankan, Sobat gunakan Minyak Goreng SunCo. Kenapa?



Kelebihan Minyak Goreng SunCo

1.  Sunco Difortifikasi dengan Vitamin A 30% AKG (Angka Kecukupan Gizi). pasti sobat sudah tahu dong manfaat Vitamin A? Selain untuk kesehatan mata, vitamin A juga dapat membantu mempertahankan keutuhan lapisan permukaan mukosa. Tentu, sangat baik untuk kesehatan sel dan jaringan tubuh. Pada Januari 2012, SunCo menerima penghargaan Peduli Gizi 2012 Fortifikasi Vitamin A pada Minyak Goreng. 

2. SunCo diproduksi melalui 5x proses, yaitu 3x proses pemurnian dan 2x proses penyaringan. Manfaatnya? Minyak Goreng SunCo menjadi minyak goreng yang bening dan berkualitas. Warna bening adalah bukti minyak goreng yang baik karena tidak cepat hitam atau teroksidasi sehingga meminimalkan risiko kanker.

3.  SunCo merupakan produk minyak goreng bebas lemak trans dan mengandung 57% asam lemak tidak jenuh.  Sunco adalah minyak goreng dengan kandungan asam lemak jenuh terendah sehingga meminimalkan peningkatan kolesterol (LDL Kolesterol).

Semoga suatu saat warisan berharga dari ibu bisa saya wariskan ke keluarga saya kelak. Juga buat Sobat MakaraMe ya... Aamiin....

Ini tradisi pagi keluargaku. Kalau kamu?



Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.resepsehat.com persembahan SunCo Minyak Goreng Yang Baik. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.


Sumber:

[Pergizi] 2013. Deklarasi Pekan Sarapan Nasional. http://pergizi.org/index.php/berita-dan-kegiatan/22-deklarasi-pesan.html [15 Sep 2013]

Hardinsyah. 2013. Sarapan Sehat Salah Satu Pilar Gizi Seimbang. http://pergizi.org/images/stories/downloads/materi_PESAN/materi3.pdf [15 Sep 2013]

2 comments:

  1. Banyak juga manfaat sarapan ya, semoga kebiasaansarapan selama ini menjadi tubuh sehat...salam

    ReplyDelete
  2. Akun suka jarang sarapan nih........ tapi ko kadang kadang kalo sarapan suka bikin ngantuk yah heheheee...

    ReplyDelete