Meningkatkan Kemampuan Presentasi

Jumat, 30 Juni kemarin, MakaraMe berkesempatan mengikuti kelas Akademi Berbagai (Akber) Salatiga. Seperti biasa, topik yang diberikan kelas Akber ini selalu menarik. Kali ini tentang presentation skill yang disampaikan oleh pakar presentasi cantik, Mbak Winda Arum Nugraheni. Beliau bekerja sebagai Learning Development Officer di Indomobil Learning & Development Center (ILDC).

Apa itu Presentasi?
Materi dibuka dengan pertanyaan mengenai presentasi. Apa itu presentasi? Secara garis besar, presentasi adalah salah satu cara yang dilakukan untuk menyampaikan ide-ide kita agar dimengerti oleh orang lain. Sebuah langkah yang atraktif dan menarik untuk menyampaikan pesan agar mudah dimengerti oleh lawan bicara.
"Selling Your Idea. Selling Your Message"
Persiapan Presentasi!
"Barang siapa naik mimbar tanpa persiapan, maka ia akan turun tanpa penghormatan" - Cicero
 Menilik apa yang dipesankan oleh Cicero, maka sudah sepatutnya kita mempersiapkan dengan matang setiap presentasi kita. Emm, bukan hanya presentasi sebenarnya, tetapi segala sesuatu yang kita kerjakan hendaknya tetap dipersiapkan dengan baik.

Terdapat setidaknya 5 tahap persiapan presentasi, yaitu: 

  • What?

Sebelum melakukan presentasi, list tujuan kita presentasi. Kemudian, ikuti dengan pertanyaan "apa yang akan disampaikan saat presentasi?" Hal ini sangat penting untuk menjaga kita tidak keluar dari outline materi yang akan disampaikan. Terkadang, kita terlalu asyik berbicara sehingga keluar dari alur dan justru lupa dengan apa yang akan disampaikan.
"Tujuan Presentasi adalah mengomunikasikan inspirasi kepada peserta"
  • Who?
Identifikasi dengan baik siapa peserta presentasi kita, beda penyimak beda pula cara kita berpresentasi.

Misalnya, bahasa yang akan kita gunakan untuk presentasi di depan ibu-ibu puskesmas akan berbeda jika dihadapan dosen. Meski dengan topik yang sama, masalah reproduksi misalnya. 
Setiap peserta presentasi, datang dengan membawa berjuta harapan tentang materi yang akan kita sampaikan. Coba pikirkan dan analisis apa saja harapan mereka. Semoga membantu kita menemukan gaya penyampaian yang tepat.
  • When?
Outline! Pastikan kita sudah membuat outline yang jelas terhadap waktu presentasi kita. Berapa lama waktu presentasi keseluruhan, ada berapa topik, waktu presentasi per topik, selingan, dan sebagainya. Hal ini bisa membantu kita untuk bisa menyampaikan materi dengan lebih efektif sebelum peserta merasa bosan. Hal ini juga bisa menjadi pegangan kita terhadap suatu topik jangan sampai justru kita terlalu banyak selingan, tetapi topik yang akan disampaikan justru tidak tersampaikan karena banyak waktu tersita untuk selingan.
  • How?
Buatlah teknik bagaimana pesan kita dapat tersampaikan dan dimengerti oleh peserta. Setelah kita tahu siapa peserta kita, apa yang akan kita sampaikan, dan berapa lama waktu yang ada akan sedikit memudahkan kita untuk menemukan teknik yang tepat. 
Seperti disampaikan di awal bahwa presentasi adalah upaya kita menyampaikan gagasan kita kepada lawan bicara dengan cara yang atraktif dan menarik sehingga lawan bicara mengerti. Oleh karenanya, teknik itu sangat penting.
"Oleh karena peserta tidak dapat membaca kembali atau mengulang apa yang kita katakan, maka kita perlu untuk menyampaikan kembali hal-hal penting dari presentasi kita. Pengulangan merupakan poin esensial dalam sebuah presentasi. Ulang poin utama materi kita sehingga materi kita selalu terdengar peserta.."
  • Practice!
Nah, sobat MakaraMe pasti seringkali mendengar kalimat bijak ini "Practice makes perfect." Hal ini sangat berlaku untuk sebuah presentasi. Pelajari materi dan visualisasikan di depan cermin. Koreksi apa yang menurut kita kurang atau justru berlebihan.
Latih juga waktu penyampaian per topik yang sudah kita buat. Sekali lagi, jangan sampai materi kita tidak tersampaikan karena kita kekurangan waktu sebab tidak efektif memanfaatkan waktu yang ada.

Tips-tips Presentasi
Prinsip dalam sebuah pembelajaran adalah semakin banyak yang dapat kita lihat, dengar, katakan, dan lakukan sesuatu, semakin mudah sesuatu itu kita pelajari. 
Sehingga, dalam sebuah presentasi, faktor visual (55%), vocal (38%), dan verbal (7%) menjadi sangat penting.
  • Visual
Bill Irwin mengatakan bahwa the physical language of the body is so much more powerful than words. Jadi, body language presentator sangat berpengaruh besar terhadap pemahaman peserta. Apa saja?

1. Ekspresi wajah
Berlatihlah presentasi di depan cermin! Lihat apakah cara penyampaian kita sudah cukup menarik. Senyum yang mengembang secukupnya, wajah optimis yang tersaji, atau justru mimik muka yang melankolis? Sesuaikan dengan materi presentasi kita.

2. Kontak Mata
Usahakan melakukan kontak mata dengan peserta secukupnya. Hal ini penting karena orang akan merasa diperhatikan. Tapi, secukupnya saja. Terdapat beberapa tipe orang yang mungkin ada yang suka dengan kontak mata, ada pula yang tidak nyaman yang jika diteruskan justru akan membuat audience memberi jarak.

3. Gerakan Kaki
Jika ruang presentasi kita memungkinkan, coba dekati peserta sampai jarak terdekatnya. Jangan melakukan blocking yang berarti bahwa kita hanya berdiam di satu tempat. Sesekali berjalanlah mendekati peserta. 
Jika tidak memungkinkan coba perhatikan gerakan kaki kita, jangan sampai kita terlihat nervous hanya karena kita tidak dapat mengendalikan posisi kaki kita dengan elegan.

4. Gerakan Tangan
Hati-hati! Jangan menunjuk salah satu peserta saat menyatakan hal-hal yang negatif. Mengapa? Berbahaya jika yang tidak sengaja kita tunjuk adalah seseorang yang sensitif, maka setelah itu, mereka tidak akan tertarik dengan materi kita karena merasa terintimidasi. Lain halnya jika hal-hal positif yang kita lakukan.
Kemudian, berikan gerakan tangan sesuai dengan apa yang kita ucapkan. Hindari tangan disembunyikan di belakang, berpaku di depan dada atau perut, atau memainkan atribut yang tidak perlu seperti pulpen misalnya.
  • Vocal & Verbal
Intonasi dan gaya berbicara menjadi faktor penting dalam sebuah presentasi karena suara kitalah yang menjadi fokus perserta. Oleh karenanya, perhatikan hal-hal berikut:
1. Volume : Naik dan turunkan volume suara kita mengikuti materi yang akan kita sampaikan. Nada yang datar-datar saja terkesan tidak menarik. Tak jarang yang membuat orang menjadi mengantuk dan tertidur.
2. Speed : Kecenderungan orang yang gugup adalah berbicara terlalu cepat atau juga terlalu lambat. Begitu pun untuk yang tidak menguasai materi. Oleh karena itu, berlatih menjadi sangat penting untuk mengetahui apakah penyampaian materi kita sudah sesuai. Berbicara terlalu cepat membuat peserta tidak dapat menangkap yang kita sampaikan. Sedangkan terlalu lambat membuat peserta merasa sedang didongengkan kemudian pulas ke alam mimpi.
3. Pronouncation atau pelafalan: beberapa candaan mengatakan bahwa seorang pemateri berbicara seperti kumur-kumur. Begitulah untuk menggambarkan pelafalan yang tidak jelas.
4. Bahasa Einstein vs Bahasa Peserta: pilih bahasa yang tepat untuk peserta kita. Jangan gunakan bahasa ilmiah jika memang peserta kita adalah orang awam. Sebaliknya jangan menggunakan bahasa umum jika kita sedang presentasi di depan ahlinya. Pengalaman MakaraMe sendiri saat menjawab pertanyaan dosen di kelas dan dijawab oleh beliau "Bagus. Tapi bahasa kamu seperti majalah ******...." Tet tot! Niat hati menggunakan bahasa sederhana, ternyata justru salah. Hehe

Oke, cukup sekian ya, sharing MakaraMe kali ini. Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu ^^

0 komentar:

Post a Comment