3 Prinsip Dakwah Damai ala Wali Songo

Setiap diri kita memiliki kewajiban untuk menyebar kebaikan kepada siapa pun makhluk ciptaan Allah di bumi ini. Tanpa memandang ras, agama, suku, maupun warna kulit yang melekat di dalam diri orang lain. Hal ini sejalan dengan salah satu hadist riwayat Bukhari bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sampaikanlah dariku meski hanya satu ayat.” Namun, lebih dari itu, meskipun kita diwajibkan untuk mendakwahkan ayat Allah SWT dan sunah Rasulullah SAW, namun cara menyampaikannya pun harus diperhatikan dengan seksama. Niat yang baik, jika tidak disampaikan dengan cara yang baik, hanya akan menimbulkan kesalah-pahaman. Dan, yang terburuk adalah perpecahan. Naudzubillahimindalik
Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik dalam berdakwah. Beliau tidak pernah menggunakan cara-cara yang kasar dan melukai hati dengan tanpa menghilangkan ketegasan. Hal ini pula yang senantiasa menjadi pegangan Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara yang kala itu mayoritas masih menganut kepercayaan dan syirik. Namun, semakin ke era saat ini, sepertinya teladan para Wali Songo memudar ditelan oleh zaman.
Ada perasaan khawatir dan kecewa di kala ormas Islam yang satu menjelek-jelekkan ormas Islam yang lain di depan publik. Beradu argumen di media sosial tanpa kelapangan hati untuk menerima pendapat satu sama lain. Bahkan, seolah ingin saling menjatuhkan dengan argumen yang kurang sopan untuk diucapkan ataupun dituliskan. Tujuan menyebarkan agama Islam yang penuh kedamaian dan cinta kasih justru rusak karena keegoisan diri atau kepentingan kelompok. Sungguh sesuatu hal yang sangat memprihatinkan.
Terdapat 3 prinsip dasar yang selalu dipegang oleh Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam ke Nusantara, yaitu: (1) Al Hikmah (Kebijaksanaan), (2) Al-Mau’izha Al-Hasanah (Nasihat yang Baik), dan (3) Al-Mujadalah Billati Hiya Ahsan (Berbantah-bantah dengan jalan kebaikan). Tiga prinsip dakwah ini terbukti berhasil diterapkan di Nusantara Raya. Dari mayoritas masyarakat penganut animisme, dinamisme, hindu, dan budha, kini Indonesia menjadi negara mayoritas beragama Islam. Akankah kita membiarkan ego kita merusak tatanan yang telah diwariskan para da’I sebelumnya? Semoga kita senantiasa bisa meneladaninya. Dan, Indonesia bisa menjadi Mercusuar Dunia dalam dakwah Islam secara damai.

1.    Al – Hikmah (Kebijaksanaan)
Kemampuan da’I dalam memilih teknik dakwah yang tepat sesuai dengan kondisi objek dakwah. Seperti halnya metode pendidikan yang kita berikan kepada anak-anak sekolah dasar, tentu berbeda dengan pengajaran yang dilakukan kepada mahasiswa di sebuah universitas. Begitu pula dalam menyampaikan ajaran agama Islam, kita harus mengetahui karakter seperti apa objek dakwah kita. Bukan asal pukul rata.
Sebagai contoh adalah metode dakwah yang dilakukan oleh Raden Makdum Ibrahim atau lebih dikenal dengan nama Sunan Bonang. Beliau mendekati objek dakwahnya melalui seni dan budaya yang sedang digandrungi saat itu, yaitu melalui kepiawaiannya memainkan alat musik bonang. Alhasil, beliau mampu menarik simpati masyarakat bukan hanya kala itu, tetapi juga saat ini. Sahabat pasti mengenal lagu Tombo Ati yang dipopulerkan oleh penyanyi religi Opick bukan? Ya, lagu tersebut merupakan salah satu karya Sunan Bonang.
Tentu saja, ketegasan dalam memilah dan memilih budaya yang dapat digunakan untuk berdakwah sangatlah penting. Agar para da’I tidak terjebak dalam syirik yang turun temurun, namun cara penyampaiannya pun harus bertahap, berproses, dan santun agar dapat diterima oleh pemahaman masyarakat. Agar kita senantiasa bisa mengikuti sunah Rasul (Ahlussunnah wal Jama’ah) tanpa mengajarkan bid’ah karena dari A’isyah RA. Rasulullah bersabda : “barang siapa menciptakan hal baru dalam urusanku yang bukan termasuk dari golongan urusanku maka akan tertolak
HR. Bukhari dan Muslim
2.    Al–Mau’izha Al–Hasanah (Nasihat yang Baik)
Para Wali Songo berpegang teguh pada dakwah damai melalui upaya pendekatan masyarakat yang baik tanpa ada pemaksaan untuk mengikuti ajaran Islam. Beliau sangat paham betul akan arti sebuah proses dan menghindari cara yang frontal untuk sebuah hasil yang diharapkan terpenuhi secara instan. Teladan merupakan upaya nasihat terbaik yang harus selalu kita ingat.
Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik tak lantas langsung mensyiarkan agama Islam saat tiba di tengah masyarakat. Beliau membaur ke masyarakat dan memperkenalkan diri secara perlahan. Setahap demi setahap beliau pun mengenalkan ajaran Islam setelah yakin benar bahwa dirinya menyatu dengan masyarakat. Keteladanan dan ketelatenan beliau mengajarkan agama Islam secara damai mampu mengajak masyarakat memeluk agama Islam tanpa paksaan & pertumpahan darah.
Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk menasihati dengan menggunakan kata-kata yang santun dan penuh kelembutan agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Pun, sebaiknya tidak dilakukan di depan umum karena bisa membuat yang bersangkutan merasa dipermalukan hingga menjadi keras hati. Oleh sebab itu pula, Allah SWT & Rasulullah SAW mengecam umatnya yang menyebarkan aib saudaranya dengan diibaratkan memakan bangkai saudaranya yang telah mati.
“Dan janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah, sungguh Allah Maha Menerima taubat dan Maha Pengasih” (Al Hujurat 12)
3.    Al–Mujadalah Billati Hiya Ahsan (Berbantah–bantah dengan Jalan Sebaik-baiknya)
Tak jarang para Wali Songo menghadapi benturan perbedaan pendapat di kala menyampaikan ajaran Islam di dalam masyarakat. Maka, diskusi adalah jalan terbaik yang ditempuh oleh para wali. Bukan untuk saling menjatuhkan ataupun beradu kepandaian, diskusi murni dilakukan untuk menyampaikan kebenaran melalui bukti-bukti dan argumen nyata yang kuat sehingga mampu diterima oleh lawan bicara.
Para wali pun mengajarkan untuk berbesar hati untuk mengakui kebenaran pihak lain jika memang benar adanya. Karena diskusi bukanlah tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi tentang bagaimana sebuah kebenaran dapat diungkapkan dengan cara yang bijak dan dimengerti oleh partner diskusi kita.
Hal ini pernah dicontohkan oleh Sunan Kalijaga terhadap para tokoh yang dengan gigih dan keras menentang dakwah Islamiyah. Mereka diperlakukan secara personal, dan dihubungi secara istimewa, langsung, bertemu pribadi sambil diberikan keterangan, pemahaman dan perenungan (tadzkir) tentang Islam. Mulanya terjadi perdebatan seru, tetapi perdebatan itu kemudian berakhir dengan rasa tunduk Sang bangsawan itu untuk masuk Islam. Kejadian mengharukan ketika bangsawan itu rela melepaskan jabatan dan rela meninggalkan harta dan keluarga untuk bergabung dalam dakwah Sunan Kalijaga.
Strategi dakwah ini sejalan dengan firman Allah di surat An-Nahl ayat 125 “serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Semoga kita senantiasa mampu mengamalkan strategi dakwah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para wali sehingga kita dapat mengembalikan citra Islam yang penuh cinta kasih dan kedamaian. Memang, begitu banyak rumor tidak sedap terhadap sikap umat Islam yang arogan dan dicap teroris. Namun, ibarat batu yang keras, akan berlubang juga jika ditetesi air terus menerus. Begitu pula dengan hati, ia akan menjadi lunak jika terus menerus dihujani oleh sikap kita yang santun & baik hati. Tentu saja atas ijin Allah SWT karena Dialah Sang Pemilik Hati.


Sumber:
  • Al-husaini. 2010. Strategi Dakwah Wali Songo. http://majeliswalisongo.wordpress.com/2010/06/03/strategi-dakwah-wali-songo/ [diakses 17 Jul 2014]
  • Al-Hikmah. 2014. Belajar dari karakter dakwah wali songo. http://alhikmahdua.net/belajar-dari-karakter-dakwah-walisongo/ [diakses 20 Jul 2014]
Askes juga sumber-sumber pembelajaran berikut:
a. www.cyberdakwah.com – Media Islam Terdepan
b. www.muslimedianews.com – Voice of Moslem
c. www.nu.or.id – Website resmi Nahdlatul Ulama
d. www.habiblutfi.net – Dakwah teduh dan cinta tanah air
e. www.streamingislami.com – Streaming dakwah Islam terlengkap


0 komentar:

Post a Comment